Bunga Sakura yang berwarna merah muda, putih, atau merah memang biasanya ada di Jepang

http://www.dradioqu.com/2018/03/samsung-galaxy-s7-edge-vs-iphone-7-plus.html

DRADIOQU.COM - Bunga Sakura yang berwarna merah muda, putih, atau merah memang biasanya ada di Jepang. Bahkan, Sakura telah menjadi bunga nasional Jepang, sehingga negara itu juga disebut dengan julukan Negeri Sakura.
Namun, menikmati Sakura tidak mesti ke Jepang. Keindahan bunga yang hanya mekar setahun sekali itu juga bisa dinikmati di Taiwan, tepatnya di kawasan pegunungan, seperti di Gunung Alishan, Chiayi.
Jarak dari Chiayi ke kawasan puncak Gunung Alishan sekitar 65 kilometer atau sekitar 2 jam perjalanan menggunakann bus. Tetapi, untuk menikmati bunga Sakura, tidak perlu sampai ke puncak gunung.
Bunga Sakura yang sedang mekar bisa disaksikan di sepanjang perjalanan menuju puncak. Syarat utama untuk melihat bunga cantik itu adalah datang ke Gunung Alisan pada periode Maret hingga pertengaha April. Jadwal mekarnya Sakura penting diperhatikan, karena bunga ini hanya mekar selama dua pekan.
Pemandu wisata Lu Shan Bao mengungkapkan, warga Taiwan menyebut jenis Sakura berdasarkan warnanya. Bunga yang berwarna merah muda disebut Fuji, sementara yang berwarna merah disebut Bunga Taiwan.
Tahun ini, Pemerintah Taiwan akan menggelar Festival Sakura 2018 (The 2018 Cherry Blossoms Festival). Acara itu akan digelar pada 15 Maret hingga 10 April mendatang. Tentu ini kesempatan yang langka dan wajib untuk dihadiri oleh para penggemar jalan-jalan.
Untuk bisa ke Gunung Alishan, wisatawan bisa menggunakan kereta dan bus dari Kota Taipei ke Chiayi. Ada dua kereta yang bisa digunakan, yakni kereta cepat (high speed train) dan kereta biasa. Dengan kereta cepat, jarak antara Taipei-Chiayi sekitar 261 kilometer bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 20 menit. Sementara, dengan kereta biasa atau bus, jarak itu harus ditempuh sekitar 4 jam.
Dari Stasiun Kereta Chiayi, pengunjung bisa menggunakan bus atau kereta ke kawasan Gunung Alishan. Selama Festival Sakura 2018, pihak pengelola bus akan menambah jadwal pemberangkatan bus setiap 30 menit sekali. Pengunjung disarankan untuk menggunakan angkutan umum bus atau kereta ketimbang menyewa mobil. Hal ini untuk menghindari kemacetan, apalagi bila di sepanjang jalan ada warga yang melihat dan berfoto dengan latar belakang sakura atau ada perayaan keagamaan di kuil-kuil yang ada di sepanjang jalan menuju Gunung Alishan.
Wisatawan yang hendak menginap di kawasan yang sejuk itu bisa menyewa resort atau guest house yang banyak tersedia di sepanjang jalur perjalanan. Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp 400.000 per orang hingga jutaan rupiah. Pada Maret hingga April, suhu di Gunung Alishan pada malam hari bisa mencapai 11 derajat Celcius, sehingga wisatawan disarankan untuk membawa baju hangat.
Selain menikmati Sakura, wisatawan juga dapat berkunjung ke sejumlah tempat wisata yang tidak hanya menyajikan keindahan alam, tetapi juga pertunjukkan tarian tradisional suku Tsou, penduduk asli Gunung Alishan.
Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Yuyu Pas Farm. Di tempat ini, wisatawan bisa mempelajari sejarah suku Tsou dan adat serta budaya mereka. Pertunjukkan tarian khas Suku Tsou juga bisa dinikmati di sini. Dalam sehari, ada dua kali pertunjukkan, yakni pukul 10.00 waktu setempat dan pukul 14.00 waktu setempat.
TAG