Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengelolaan Kebun Raya Bogor (KRB) ditingkatkan


Dradioqu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengelolaan Kebun Raya Bogor (KRB) ditingkatkan, untuk menyedot masyarakat berwisata konservasi tumbuhan. Presiden juga ingin agar di KRB disediakan spotuntuk warga berfoto dan bersosial media.
"Presiden minta kebun raya ditata lagi, lebih banyak spotinstagrammable untuk selfie (swafoto)," kata Plt Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto setelah berbicang dengan presiden seusai penandatanganan prasasti 2 abad KRB di area danau Kebun Raya Bogor, Minggu (11/3).
Presiden juga meminta agar KRB lebih hijau. Setiap area KBR diharapkan tidak ada beton atau semen. Selama ini sepanjang sisi sungai masih terlihat beton atau pagar. "Pak presiden minta dapat ditutupi tanaman rambat, agar lebih terlihat asri dan yang terpenting pemerintah pusat nantinya bisa membantu pendanaanya," paparnya.
Ke depan, KRB akan menambah beberapa fasilitas konservasi tumbuhan, seperti pembibitan dan rumah kaca modern. Hal ini akan ditunjang taman-taman tematik dan fasilitas lahan parkir luas. "Intinya presiden ingin KRB seperti garden park di Singapura. Bagaimana, nantinya masyarakat bisa belajar konservasi tumbuhan sambil berwisata. Selain itu, KRB bisa menjadi pusat riset, juga mendatangkan provit (keuntungan)," tambah Bambang.
Terkait peringatan 2 abad KRB, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowat menjelaskan, penandatangan prasati itu merupakan salah satu bagian penting peringatan 2 abad KRB.
Berdirinya Kebun Raya Bogor pada tahun 1817 yang menjadi cikal bakal berdirinya institusi-institusi ilmiah di Indonesia merupakan sejarah yang sangat penting bagi Indonesia. Kebun Raya Bogor menjadi bukti dimulainya kesadaran Indonesia terhadap pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dalam pemanfaatan sumber daya tumbuhan, untuk kepentingan ekonomi negara.
Alasan lain mengapa prasasti perlu ada adalah sejarah membuktikan bahwa kehadiran kebun raya ini telah memperbaiki perekonomian bangsa melalui pengembangan potensi berbagai jenis tumbuhan, termasuk kelapa sawit dan kina, tuturnya.
Enny menuturkan, prasasti yang ditandatangani oleh Presiden tidak hanya prasasti sejarah panjang Kebun Raya Bogor, tetapi juga keberhasilan Kebun Raya Bogor LIPI dalam mengembangkan flora maskot nasional (rafflesia patma) secara buatan (di luar habitat alaminya), yang sebelumnya sulit dilakukan, dan hanya bisa dilihat di alam liar.
TAG