Ada yang berbeda dari kegiatan Training of Trainers

DRADIOQU.COM - Ada yang berbeda dari kegiatan Training of Trainers (TOT) dari program Solusi Cara Banyak Untung (Santun). Kegiatan yang biasanya berfokus pada peserta PPL, POPT dan Petani Kunci di tingkat daerah, kali ini menyasar pada Dinas Pertanian Provinsi dan 30 Dinas Pertanian Kabupaten se-provinsi Jawa Timur (Jatim).
Executive Director CropLife Indonesia, Agung Kurniawan mengatakan, selama ini aplikasi pestisida yang tidak rasional merupakan salah satu kelemahan dalam produksi bawang merah di Indonesia.
"Selain mengakibatkan biaya produksi yang tinggi, keuntungan minim dan efek buruk bagi ekosistem, penggunaan pestisida yang tidak tepat guna akan mengakibatkan gangguan kesehatan petani," ujar Agung dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (28/4).
Agung mengatakan, program edukasi ini telah menyentuh sekitar 279 petugas penyuluh pertanian dan 2.000 petani (langsung) serta 51.000 petani (tidak langsung) yang akan mendapatkan akses dari pelatihan dan kegiatan yang di laksanakan terutama petani komoditas bawang merah.
"Kampanye pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHPT) merupakan salah satu mekanisme dan pengendalian yang paling efektif, dimana suatu cara pendekatan atau cara berfikir tentang pengendalian OPT yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan yang terlanjutkan," jelasnya.
Agung menambahkan, PHPT juga merupakanh sistem pengendalian OPT yang merupakan bagian dari sistem pertanian berkelanjutan. Hal ini yang mendasari kegiatan yang dilaksanakan oleh CropLife Indonesia bersama dengan Prisma dalam membantu meningkatkan pengetahuan petani bawang di Indonesia.
"Kami sebagai asosiasi dari delapan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pestisida dan benih di Indonesia bertanggung jawab untuk memberikan edukasi termasuk tentang penggunaan pestisida yang tepat guna sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman (stewardship). Kampanye ini sekaligus juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para petani dan toko tani akan bahayanya produk pestisida palsu," kata dia.
Agung menjelaskan, pentingnya pemahaman mengenai praktik pertanian yang baik dan praktik penggunaan pestisida yang baik dan aman, menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan mewujudkan nawacita pemerintah dalam upaya mencapai swasembada dan ketahanan pangan nasional.
"Edukasi tentang pengendalian hama dan penyakit terpadu perlu menjadi prioritas bagi semua pengusaha bisnis pestisida karena bisnis pertanian tidak hanya pada keuntungan semata namun tetap memperhatikan kelestarian ekosistem, faktor kesehatan dan kesinambungan bisnis dengan para petani," bebernya.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Santun selanjutnya akan berlangsung di wilayah Kabupaten Malang dan Banyuwangi yang menyasar langsung kepada petani berupa edukasi lapangan yang dikemas dalam bentuk expo. "Harapannya, jumlah petani yang mendapat edukasi semakin banyak sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanamannya," pungkasnya.

TAG