Cyber Indonesia, melaporkan politisi Amien Rais

DRADIOQU.COM - Cyber Indonesia, melaporkan politisi Amien Rais, tentang kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan (SARA), serta penodaan agama melalui media elektronik, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, hari ini.
Aulia Fahmi, selaku ketua Cyber Indonesia membuat laporan polisi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, itu terkait pernyataan Amien soal partai Allah dan partai setan, yang tersebar di media sosial. Pernyataan itu dinilai sangat berbahaya dan dapat memecah belah masyarakat.
"Hari ini kami membuat laporan polisi dengan terlapornya adalah bapak AR, berhubungan dengan adanya kutipan di media sosial yang saya lihat sendiri. Saya tidak mau sebut media sosialnya, mungkin kalian sudah tahu karena berita ini sudah viral yaitu, mengenai adanya statement orang tidak ber-Tuhan, statement partai Allah, statementpartai setan," ujar Aulia, Minggu (15/4).
Dikatakan, pihaknya melihat ada upaya dikotomi dan provokasi yang membawa nuansa agama dalam pernyataan Amien Rais tersebut.
"Kami melihat di sini sebagai warga Indonesia dan umat Islam, kami melihat ada upaya dikotomi, upaya provokasi yang membawa nuasa agama. Sedangkan kami sama-sama tahu bahwa negara kita negara Pancasila dan berdasar UUD 1945. Kita semuanya adalah ber-Pancasila sebagaiman di sila kesatu Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi tidak perlu diklaim bahwa ini ber-Tuhan atau anti-Tuhan," ungkapnya.
Ia menyampaikan, permasalah kedua terkait pernyataan partai Allah dan partai setan. "Saudara AR dalam pernyataannya menyebutkan beberapa nama partai (PAN, PKS dan Gerindra) yang di sini kami menduga kalau hanya tiga nama partai yang disebut, partai lain dianggap partai setan atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu, kami lihat ada indikasi, ada dugaan bahwa dia berupaya memecah-belah persatuan bangsa," katanya.
Menurutnya, pada saat membuat laporan pihaknya telah menyerahkan print out dan softcopy mengenai konten berita berisi pernyataan Amien Rais.
"Iya (terlapor hanya Amien Rais). Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 (Undang-undang ITE) mengenai hate speech atau ujaran kebencian. Ada lagi pasal tambahan Pasal 156 KUHP dugaan penistaan agama," jelasnya.
Aulia menuturkan, laporan ini murni hanya untuk penegakan hukum dan bukan dorongan dari partai tertentu.
"Kita adalah penegakan hukum, kita di sini membantu masyarakat supaya tidak bergejolak, tidak terpecah Islam satu, rakyat satu, tidak perlu dipilah-pilah. Kami akan pertimbangkan (cabut laporan kalau ada permintaan maaf)," tandasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, berikut pernyataan Amien Rais yang kemudian viral di media sosial:
"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan."
"Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tetapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan."

TAG