Adanya Dugaan Kontrak Perjanjian Pinjaman Belum Selesai, Mengakibatkan Adanya Ancaman Terhadap Debitur








DRADIOQU.COM - Berbijaksanalah bila kita sedang menghadapi permasalahan ,terutama permasalahan keuangan ," seperti yang terjadi dengan seorang ibu rumah tangga Lia yang bertempat tinggal dijalan MH.Thamrin RT.03/02 nomor 12 Cikokol Tangerang, 26-04-2018 bertempat disebuah kantor perbantuan keuangan PT.Wannamas Multi Finance yang beralamat dikomplek Plaza Ciputat Mas Blok C/L-M JL. Ir.Juanda  No.5 Ciputat Tangsel 

Niatan Lia yang sejatinya ingin melunasi hutang piutangnya terhadap pihak PT.wannamas Multi Finance (HO) yang notabenenya beliau adalah  anak seorang debitur dari pihak Finance terganjal oleh oknum depkolektor yang mengaku Internal Wannamas ,pasalnya Pihak internal tersebut beralasan bahwa sahnya debitur (dahlan) tidak mengindahkan kontrak yang telah disepakati bersama' dengan tidak mengangsur selama (6) enam bulan dari pinjaman sebesar 500.000.000 (lima ratus juta ribu rupiah) ,namun disisi lain pihak Finance seperti melakukan penekanan terhadap debitur dengan mengancam akan melelang aset yang diagunkan pihak debitur kepada Pihak Finance, yang disayangkan Pihak Finance belum lagi berakhir kontrak Pinjaman yang telah disetujui sudah mengambil langkah-langkah diluar dari kebijakan,dan tidak mengacu pada kebijakan OJK Otoritas Jasa Keuangan, dikarenakan didalam isi kontrak Pinjaman tercantum berakhir dalam (4) tahun dan disaat itu pula diungkapkan pula adanya salah satu Oknum depkolektor internal perusahaan multifinance tersebut yang menyampaikan bahwa Lia anak dari debitur (Dahlan) seorang penipu, dan kemudian dengan dasar pernyataan tersebut pihak Lia menyampaikan hal yang menimpanya kepada awak media untuk memberikan klarifikasi tentang prihal tersebut .

Saat yang bersamaan kepala cabang BSD PT.wannamas Finance (LND) Menyampaikan kepada awak Media bahwa Pihaknya tidak ada sangkut pautnya dengan (BI) BANK Indonesia,namun lebih mengacu pada (OJK) Otoritas Jasa Keuangan segi Bunga maupun kebijakan lainnya,ujar (LND)

Disayangkan saat awak media menanyakan apakah saat kontrak pinjam dilakukan diawal perjanjian pihak PT Wannamas memberikan atau menunjukan surat yang berkenaan dengan (OJK), kemudian  (LND) menyebutkan ," seharusnya ditunjukan dan sudah  diterangkan kepada Debitur.

Ditambahkan (LND) bahwa Bank yang menyokong pihak kami adalah Bank berbasis Syariah,namun dalam perhitungan bunga tidak mengunakan sistem syariah,ungkap (LND)

Berbeda penjelasan yang diberikan oleh pihak anak Debitur  ' (LIA) menyebutkan Pihaknya tidak pernah menerima atau diperlihatkan dari pihak PT.Wannamas  secarik surat apapun dari (OJK) Otoritas Jasa Keuangan dyang memayungi dari segi hukum yang dapat melindungi debitur, hingga berita ini diterbitkan Pimpinan dari PT.Wannamas Multi Finance Berkeberatan untuk memberikan penjelasan kepada awak media

(Lia)) berkeluh kesah kepada awak media menyebutkan dan menyayangkan mengapa? pihak PT.Wannamas Multi Finance telah secara sepihak menganggunkan kembali asetnya yang berupa sertifikat tanah kepada pihak bank swasta lainnya,diluar persetujuan pihaknya, bahkan ditambahkan (Lia) Pihaknya harus membayar pinjaman dari pokok utama sebesar 500.000.000.00 (Lima ratus juta rupiah) menjadi Rp.630.000.000.00 ,sedangkan pihak debitur dalam hal ini yang diwakilkan anaknya (Lia) menjelaskan bahwa pihaknya' telah melakukan 3 kali pengangsuran (3) Tiga bulan ,dan kontrak Pinjaman tersebut baru berjalan (9) bulan dengan cicilan perbulan Rp.20,416,700.00 ,meskipun telah menunggak (6) bulan,namun (Lia) menyayangkan Mengapa bunga pinjaman bisa melambung tinggi? Dan kontrak Pinjaman belum jatuh tempo 'pihak PT.Wannamas mengambil kebijakan hanya sepihak dengan akan melakukan lelang sepihak. 

 Namun Sayang hingga berita ini diterbitkan Pimpinan Pusat inisial ( PNK ) PT.Wannamas Multi Finance Berkeberatan untuk memberikan penjelasan kepada awak media. 

Reporter : RVB
Editor : difta
TAG