MEDIA SOSIAL VERSUS MEDIA MAINSTREAM DI ERA GERAKAN POLITIK ZAMAN NOW".

                

DRADIOQU.COM - Tema diatas adalah acara diskusi"NGOPI NGERUMPI",edisi ke 27 yang diselenggarakan Komnas RIM bekerjasama dengan Forum 33,Selasa (17/4/2018)di kantor ILEW,jalan Veteran 1no.33 Gambir Jakarta Pusat,pukul 15.00-18.00. wib.       

 Acara "Ngopi Ngerumpi", dihadiri oleh,Arya Sinulingga(Jurnalis Senior/News Directory MNC Group),Rahman Toha (Sekjen Keluarga Alumni KAMMI),Khalid Zabidi(Politisi Muda Partai Golkar)Adam WH(CEO DON Adam Corp) yang dimoderatori Ricky Tamba(Jaringan 98). Acara ini juga dihadiri ketua umum Komnas RIM ,Effendy Saman,Ilham Yunda Sekjen Komnas RIM serta dihadiri juga Rinjani Dwi Sudiono kordinator Forum 33 yang diketahui oleh;Iwan Sumule sebagai Ketua Dewan Pembina Komnas RIM dan Forum 33). Media menstream menjadikan politik sebagai komoditas

Arya Sinulingga mengungkapkan media mainstream justru membela kepentingan rakyat atau memihak pada kasus masyarakat msh ada ideliasme memperjuangkan kepentingan rakyat bahkan para jurnalis media mainstream justru tidak memberikan kesempatan kepada penjabat tapi diberikan peluang kepada rakyat lebih diutamakan
Media mainstream pabrik konten pemberitaan dan memanfaatkan sosial media dan berusaha tidak berbenturan karena setiap hari menciptakan konten tiap hari produksi.Integratis antara media mainstream dan sosial media saling ketergantungan dan bisa dijadikan pergerakan masyarakat.

Rahman Toha;menyampaikan bahwa aspek sosial media sebuah bentuk revolusi tahun 2000 aksi demo jarang juga bisa diliput atau tidak diliput,Rahman Toha berpendapat baiknya sosial media dan media mainstream dapat saling bersinergi,proses perubahan saat ini lebih banyak kebebasan lebih dari sebelumnya,individu dan personal.kemenangan Jokowi tidak lepas dari pengaruh sosial media dan media mainstream dan sangat berpihak pada kepimpinan Ahok pada waktu itu.Senjata jitu dalam perang kemenangan Pilpres.

Bahkan  Khalid Zabidi sebagai politis muda partai Golkar mengatakan aktivis menjadi politis yang selalu diskusi dan pembincangan dalam mempengaruhi opini dan mempropangada dalam media sosial dan mainstream.Politis dalam sosial media dan media mainstream sangat berpengaruh tropik timeng ,Jokowi tidak takut dengan media mainstream tapi takut pada suara perseorang yang bersifat bisik bisik atau terang terangan.ada kepentingan modal atau kepentingan politik dalam media mainstream.

Sosial media dalam waktu dekat akan sangat dominan dalam dunia pemberitaanSuatu anugerah dalam kebebasan berpendapat adalah kelebihan luar biasa,sehingga anak muda sekarang lebih paham dan cerdas dalam memahami politik.

Adam WH,Aktifis yang paling getol menjatuhkan Suharto dan timses Jokowi pada eranya tapi sekarang menjauh dari Istana .pendapat pribadi Adam WH, yang masih berlangganan Kompas tapi anak-anaknya tidak tertarik membaca koran karena pengaruh sosial media,kecepatan berita menjadi hukum dalam dunia media sekarang.media Mainstream seperti Sindo dan kompas tidak pernah meralat berita,bahkan majalah Tempo sudah jarang atau tidak mau membeli karena adanya media Online.(Ine)
TAG