PT Metiska Farma Menympaikan Hasil Produk Obat nya Tidak Mengandung fragmen DNA


Dradioqu.com - PT Metiska Farma merupakan perusahaan penanam modal dalam negeri. Saat ini PT Metiska Farmamemiliki lebih dari 300 perwakilan penjualan yang bekerja di seluruh Indonesia, hadir di 32 dari 36 provinsi. Salah Satu fokus dari PT Metiska Farma adalah untuk memperkenalkan produk yang berbeda dan unik. Selain itu PT Metiska Farma melisensikan produk-produk unik yang inovatif dan berkualitas dari perusahaan rekanan di luar negeri, yang belum ada di Indonesia.

Selain itu dalam setiap produknya PT Metiska Farma selalu berusaha untuk mengedepankan produk yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan spesifikasi yang yang ditetapkan oleh badan pengawas obat dan makanan hal tersebut terbukti dengan salah satu produk Metiska Farma yaitu Xepazym yang merupakan satu-satunya produk yang yang sudah diperiksa di laboratorium BPOM dan dinyatakan tidak mengandung fragmen DNA Spesifik Porcine hal tersebut terungkap pada Selasa (27/2) Kepala Badan POM, Penny K. Lukito merilis 13 daftar nama produk yang diduga mengandung DNA babi.

Saat itu disebutkan ada 13 produk yang dicurigai mengandung DNA, namun tidak merinci secara
detail. 

Namun Ditempat yang berbeda Penny Lukito mengatakan bahwa Badan POM memang membutuhkan waktu untuk mengumumkan nama-nama produk enzim pencernaan sejenis Enzyplex tersebut.
\Lanjut beliau "Itu sebenarnya rekapitulasi internal, tapi keluar lagi," jelasnya. Jadi setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Badan POM menemukan adanya produk sejenis Enzyplex yang diproduksi oleh 13 Industri Farmasi. 

Dari 13 Industri Farmasi itu, 8 sudah tidak lagi memperpanjang nomor izin edar produknya sejak 2013-2015 itu

Adapun produk yang sudah tidak diproduksi atau tidak perpanjang Nomor Izin Edar dari 8 industri farmasi tersebut adalah:

1. Excelase-E (PT Meiji).
2. Gasflat (PT Pratapa Nirmala)
3. Enzymfort, Pankreoflat, Pankreon Granul 
(PT Kimia Farma)
4. Bernozym, Berzymplex (PT Bernofarm)
5. Tripanzym (PT Sanbe Farma)
6. Elsazym (PT Otto Pharmaceutical)
7. Decazym (PT Harsen)
8. Primperan Compositum (PT Soho Industri)

Lalu, ada empat produk dari empat perusahaan farmasi yang dengan inisiatif sendiri menyerahkan izin edarnya. Dengan mengembalikan izin edar, konsekuensinya produsen harus menarik produknya dari pasaran dalam waktu satu bulan.

Pengembalian izin edar itu dilakukan Februari dan proses penarikan akan berproses sampai Maret. Produk yang sedang ditarik dari sarana pelayanan kesehatan adalah:

1. Enzycomb (PT Erlimpex)
2. Vitazym (PT Kalbe Farma)
3.Librozym, Librozym Plus (PT Hexpharm Jaya Laboratories)
4. Flazymec (PT Ifars Pharmaceutical)

"Perlu kami sampaikan bahwa penarikan produk ini merupakan bentuk kehati-hatian, bukan karena produk tersebut mengandung fragmen DNA babi", jelas Kepala BPOM.

Lalu ada satu produk yang sudah diperiksa di laboratorium BPOM dan dinyatakan tidak mengandung fragmen DNA Spesifik Porcine yaitu Xepazym yang diproduksi PT Metiska Farma.

Berdasarkan kutipan dari  artkel Gatra yang menyampaikan https://www.gatra.com/rubrik/kesehatan/310836-bpom-13-obat-yang-dicurigai-mengandungdna-babi-sudah-tidak-beredar).

Selain hal tersebut saat ini PT Metiska Farma berusaha untuk mendapatkan Sertifikat Jaminan Halal untuk setiap produk yang akan dirilis dengan melakukan pengujian sampel bahan baku kepada pihak independen dalam hal ini kepada LPPOM MUI, sehingga konsumen dapat memperoleh kepastian akan kehalalan produk yang dikonsumsinya.

Selain dari Produk Tersebut metiska juga memasarkan dan memproduksi produk-produk ungulan lain yaitu

 Biosan tablet mengandung Tribulus terrestris yang merupakan Obat Herbal untuk meningkatkan kulitas dan kuantitas sperma dan memelihara stamina tubuh pria dewasa. 

BIOSAN TAB hanya diminum oleh pria dewasa. BIOSAN TAB terdiri dari Obat Herbal sehingga tidak memiliki efek samping, namun hindari konsumsi BIOSAN TAB melebihi dosis yang dianjurkan.

 Pedimin Drop merupakan produk suplemen yang kaya akan vitamin bagi bayi dan anak.

Komponen yang ada di dalamnya seperti nicotinamide mempunyai khasiat terhadap pelagra (penyakit akibat kekurangan suatu vitamin) dan pantotenol sebagai zat antidermatitis. 

Keduanya berperan penting dalam metabolisme sebagai koenzim untuk berbagai protein.

 Pedilis Syrup mengadung suplemen multivitamin merupakan vitamin yang sangat baik untuk Pencegahan dan pengobatan kekurangan vitamin pada saat penyembuhan dan usia lanjut.

 Grafola DHA merupakan produk yang dapat memenuhi kecukupan vitamin untuk perkembangan embrio dan janin. 

Mulai dapat dikonsumsi pada minggu 8 (Trimester pertama) hingga saat menyusui.

 Xepamol Drops merupakan obat yang digunakan sebagai penurun demam untuk bayi dan anak dan pereda nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya. Xepamol Drops mengandung obat paracetamol, yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic.

Dan Produk-produk ungulan lainnya yang harus mengunakan resep dokter.

Tedapat pula produk unggulan yang didistribusikan oleh PT Metiska Farma yang masuk kedalam golongan Alat Kesehatan yaitu

 BloodSTOP® kasa hemostat terbuat dari serat natural esterifikasi selulosa yang teroksidasi, larut dalam air dan biocompatible. Apabila material BloodSTOP® berkontak dengan darah dan eksudat, akan berubah menjadi gel jernih yang kemudian berubah seperti area luka dan akan
menutupi luka.

Namun saat dilakukan Konfrensi Pers di Warunk Upnormal Cafe dikawasan Kebayoran Baru dimana pihak management PT.Mestika farma menyampaikan Yang dihadiri oleh STEVE YONG ( DIRUT ) , SONI JANTO ( DIR.MARKETING ) DAN AKMAL MAULANA L ( GPM / GENERAL PRODUK MANAGER ) yang menyampaikannya sebagai berikut : 




TAG