Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di didukung Detasemen Gegana (Degana) Brimob Polda Jatim dalam lima hari terakhir menangkap 18 terduga teroris

DRADIOQU.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di didukung Detasemen Gegana (Degana) Brimob Polda Jatim dalam lima hari terakhir menangkap 18 terduga teroris dari 24 orang yang sempat diamankan dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.
Mereka diamankan tim gabungan Densus dan Degana terkait peledakan bom bunuh diri di Kota Surabaya dan "kecelakaan" bom meledak di Rusunawa Sidoarjo. Sedangkan enam orang lainnya dibebaskan kembali karena tidak cukup bukti sebagai terduga teroris.
Di antara 18 terduga teroris itu, terdapat Ketua JAD Jatim Syamsul Arifin alias Abu Umar alias Iping (35) warga kelahiran Kelurahan Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar beserta istri sirinya, Wahyu Mega Wijayanti (40) asal Bareng, Klojen, Kota Malang. Mereka diamankan di rumah kontrakannya di Perum Banjararum Asri, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
“Data sampai dengan Rabu sore yang masuk baru 14 terduga teroris dari 18 orang yang diamankan Densus dari Surabaya, Sidoarjo, Pandaan, dan Malang. Tiga orang lainnya hanya sebagai saksi dan satu lagi masih anak-anak,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dikonfirmasi, Kamis (17/5) tadi pagi.
Khusus untuk Arifin, suami dari Siti Rohaida yang sempat ditangkap petugas di Perum Sawojajar II, Jalan Kapi Sraba, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (14/5) sore baru lalu ternyata tidak terkait sama sekali dalam aksi teror di Sidoarjo. Kala itu Siti sempat ikut tertangkap karena berada di rumah terduga teroris di Sidoarjo.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Siti hanya sedang berurusan bisnis dengan tersangka Puspitasari (43), isteri tersangka teroris yang ditembak mati di Rusunawa Taman Sepanjang, Anton Febrianto. Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, nama-nama ke-18 orang yang ditangkap Densus 88 Antiteror dan Gegana Brimob Polda Jatim, yang ditangkap, Senin (14/5) adalah: Agus Satrio Widodo, ditangkap di rumah kontrakan RT-02/RW-02, Kelurahan Urangagung, Sidoarjo bersama Ilham Fauzan (tewas). Damayanti (istri Agus Satrio Widodo), ditangkap bersama dengan Agus Widodo, Ilham Fauzan, dan Bety Rinawati Brojo di rumah kontrakan Agus Widodo.
Abdullah Mashuri, ditangkap di Jalan Sidotopo Lor, Surabaya. Miftahul Munif, ditangkap saat akan berangkat kerja di bawah Jembatan Suramadu. Rizky Ardian Sulanjana, ditangkap saat pulang kerja di depan Gedung Graha Pena. Boy Arfianza, ditangkap di rumahnya di daerah Lebakrejo Utara 7/47, Kenjeran, Surabaya. Bety Rinawati Brojo, ditangkap bersama dengan Agus Widodo, Ilham Fauzan dan Damayanti di rumah kontrakan Agus Widodo.
Pada Selasa (15/5) secara berturut-turut ditangkap Abdul Kahfi, saat pulang kerja dari pasar Pandaan di Jalan Juanda, Jogosari, Pandaan, Pasuruan. Kristianto alias Abi, ditangkap pada perjalanan di Jalan Tenaga, Turirejo, Kepuharjo, Karangploso, Malang. Ketua JAD Jatim Syamsul Arifin alias Abu Umar alias Iping beserta istri sirinya, Wahyu Mega Wijayanti, ditangkap di rumah kontrakannya di Perum Banjararum Asri, Singosari, Kabupaten Malang.
Syaqif Constantin Arsalan, ditangkap saat keluar rumah di Pucang Indah Lestari IV Jalan Srikaya A-28, RT-08/RW-02 Kelurahan Kebonagung, Purworejo, Pasuruan. Emil Lestari, istri Ilham Fauzan dan satu orang anak balitanya di Tandes, Surabaya. Suyanti isteri Dedi Sulistiantono, diamankan pada saat penggeledahan rumah Ilham Fauzan alias Wicang di Tandes, Surabaya. Ilham Fauzan sendiri tewas tertembak di rumah kontrakan Agus Widodo saat mengantar paket bom rakitan ke rumah Agus Widodo.
Budi Satrio, juga tewas ditembak karena melawan saat hendak ditangkap di rumahnya di Perum Puri Maharani Blok A3/411, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo. Dedi Sulistiantono tewas ditangkap di kawasan Manukan Blok 19H/19, RT-11/RW- 03 Tandes, Surabaya.
Selain mengamankan mereka, polisi telah melepas beberapa orang yang semula dicurigai sebagai terduga teroris namun tidak terbukti memiliki bom dan atau terlibat dalam jaringan teroris. Ketiganya adalah Arifin dan istrinya Siti Rohaida, warga Jalan Kapi Sraba XI, Pakis, Kabupaten Malang. Boy Arfiansyah (29) dan Deniar Faurizal (28) warga Lebakrejo, Surabaya yang sempat menjadi saksi.

TAG