Hidayat Nur Wahid membantah pihaknya mengultimatum Gerindra untuk segera menentukan satu dari sembilan nama calon wakil presiden

DRADIOQU.COM - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid membantah pihaknya mengultimatum Gerindra untuk segera menentukan satu dari sembilan nama calon wakil presiden (cawapres) yang diajukan PKS hingga 13 Mei 2018 mendatang.
"Bukan ultimatum juga bukan mendikte, tetapi itu aspirasi wajar saja saling disampaikan," ujar Hidayat di gedung DPR/MPR, Jumat (4/5).
Ia mengatakan, pihaknya memahami jika Gerindra mempunyai sikap politik, tetapi PKS juga memiliki sikap politik sendiri yang yang harus dipahami semuanya, termasuk Gerindra. Apalagi, pada Pilpres 2019 terdapat persyaratan utama, yaitu pemenuhan 20 persen presidential threshold yang tidak bisa dipenuhi oleh seluruh partai. PDIP sebagai pemenang Pemilu 2014 pun tidak bisa memenuhinya, sehingga harus berkoalisi. Begitu juga dengan Gerindra.
"Jadi kita harus saling mendengarlah. Apa yang menjadi keputusan Gerindra, apa yang menjadi keputusan partai-partai yang akan diajak berkoalisi. Kita perlu saling mendengar dan PKS sudah menyampaikan pendapatnya," katanya.
Namun, terkait bagaimana keputusan nanti, akan dilakukan melalui rapat bersama. Hanya saja, Hidayat kembali menegaskan bahwa hal tersebut bukan sebuah ultimatum atau mendikte Gerindra.
Menurutnya, Prabowo berjanji akan bertemu lagi dengan PKS untuk membahas cawapres. Penentuan cawapres bisa segera dilakukan karena peta politik Pilpres 2019 telah jelas, khususnya mengenai parpol mana saja yang mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Selain itu, untuk memenangi Pilpres 2019 diperlukan konsolidasi dan persiapan yang panjang.
"Hasil-hasil pilkada nanti juga akan menghadirkan peta politik yang sangat boleh atau sangat mungkin mengubah peta politik menuju Plpres 2019. Misalnya, koalisi ini bisa mendongkrak suara sangat signifikan untuk pemenangan pilkada, berdampak terhadap Pilpres 2019," katanya.

TAG