Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengucapkan terima kasih atas dukungan dan ucapan belasungkawa dari negara-negara sahabat

DRADIOQU.COM - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengucapkan terima kasih atas dukungan dan ucapan belasungkawa dari negara-negara sahabat atas peristiwa pengeboman di Surabaya. Retno memastikan Indonesia tidak akan mundur dalam perlawanan terhadap terorisme.
“Kami katakan bahwa kami tidak akan mundur dalam melawan terorisme dan mari kita bersatu untuk melakukan perlawanan,” kata Retno di hadapan sejumlah duta besar asing saat peresmian kantor Foreign Policy Community of  Indonesia (FPCI) yang digagas mantan Wakil Menlu, Dino Patti Djalal, di Jakarta, Senin (14/5).
Retno mengatakan situasi Indonesia saat ini sangat relevan dengan pembicaraan dalam Konferensi Trilateral Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan di Istana Bogor yang baru saja digelar pada 11 Mei 2018. Konferensi yang diketuai Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini adalah momentum bersejarah karena menjadi pertemuan pertama ulama dari tiga negara besar mayoritas Muslim, yakni mewakili lebih dari 488 juta populasi umat Muslim. Hasil dari konferensi itu adalah Deklarasi Bogor atas Perdamaian Afghanistan.
“Para ulama dalam deklarasi itu menggarisbawahi tidak ada agama yang seharusnya dipakai untuk membenarkan aktivitas teror dan semua terorisme dalam segala bentuknya bertentangan dengan Islam,” katanya.
Retno menegaskan Indonesia tidak memiliki ruang untuk ekstremisme dan terorisme. Mayoritas rakyat Indonesia akan berkata tidak kepada terorisme karena Indonesia adalah negara besar dan menjanjikan. Keragaman di Indonesia justru menjadi nilai tambah yang menjadikan kehidupan berbangsa semakin berwarna dan indah.
“Pesan para ulama sangat jelas dan itu berlaku pula di Indonesia,” tandas Retno.
Sejumlah negara telah menyampaikan ucapan dukacita atas aksi terorisme di Surabaya. Tiga negara, yaitu Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia juga mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advice) bagi warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia.
Waspada
Dalam situs Kedutaan Besar AS di Jakarta, pemerintah negara itu menyatakan para teroris bermaksud melakukan serangan di Surabaya dan wilayah lain di Indonesia. Disebutkan juga, teroris mungkin bisa menargetkan pos-pos polisi, tempat ibadah, lokasi wisatawan, sarana transportasi, dan tempat-tempat umum lainnya.

Kedubes AS memerintahkan warganya di Indonesia untuk mencari tempat perlindungan yang aman, mengevaluasi rencana keamanan pribadi, memantau media setempat, dan mewaspadai lingkungan sekitar.
Pemerintah Inggris lewat situs resmi di London, juga meminta warganya di Indonesia untuk memantau media lokal, berhati-hati, dan mengikuti saran otoritas setempat.
Senada dengan itu, Pemerintah Australia mengeluarkan peringatan keamanan perjalanan tingkat tinggi bagi warganya baik yang akan ke Indonesia maupun sudah berada di sini. Warga Australia diimbau mendaftarkan rencana perjalanan ke Indonesia dan mendapatkan asuransi perjalanan yang benar. Australia juga mengingatkan warganya akan risiko yang semakin meningkat dari serangan lanjutan menjelang Ramadhan.
“Tingkat saran perjalanan kami tidak berubah, tetap berada di tingkat siaga tinggi,” sebut travel advice Australia.
Sementara itu, ucapan belasungkawa atas peristiwa di Surabaya mengalir dari negara-negara sahabat lewat para duta besarnya di Indonesia, antara lain dari Inggris, Australia, Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Iran.
Sumber Foto : Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )


TAG