PERSIDANGAN YANG DILAKUKAN PT ANS DIDUGA DILAKUKAN SECARA MENDADAK




Dradioqu.com - Persidangan yang terkesan mendadak menjadi tanda tanya bagi awak media yang sejak awal mengikuti persidangan Ersie di Pengadilan Negeri Kota Tangerang dimana persidangan yang sebelumnya di Pra peradilan tanggal Senin, 14 Mei 2018, saat itu pengacara yang dari pihak ersie ,JJ Amstrong ,SH  mengajukan persidangan Praperadilan berdasarkan surat pengajuan Praperadilan No.08/Pd.Pra/2018/PN.TNG, dan dengan Termohon Praperadilan .Kepala Polsek Balaraja di Pengadilan Negeri Tangerang,dan yang diduga adanya kesalahan prosedur penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Balaraja.

Saat itu Hakim menyatakan akan melanjutkan persidangan Praperadilan terhadap terlapor yang dijadwalkan pada hari senin besok tanggal 24 Mei 2018, namun pada akhirnya hari Kamis, 17 Mei 2018 secara tiba - tiba saja keluarga Ersie memberitahukan adanya persidangan pertama dengan menghadirkan 3 saksi dari Pihak Perusahaan PT. Almega Nata Sarana ( PT.ANS ).

Kami Pihak Redaksi Juga memiliki Sejumlah Bukti saat pihak Ersie melakukan keinginan untuk mengembalikan sejumlah dana yang diduga atas penggelapan yang dilakukanya. Hal itu berupa sejumlah jaminan ( Terlampir dibawah ini ).








Persidangan terhadap Ersie yang disangkakan telah melakukan tindak penggelapan dana / uang Perusahaan PT. ANS yang digelar diruang 5 dipengadilan negeri Kota Tangerang Kamis 17 Mei 2018 diduga dilaksanakan seakan dadakan ,karena pihak terduga tersangka dalam hal ini  Ersie dan keluarganya tidak mendapatkan informasi jauh sebelum digelar sidang terhadapnya ‘ sehingga Ersie tidak dapat mempersiapkan dirinya untuk didampingi kuasa hukum.
Sebelumnya Ersie yang diamankan pihak kepolisian Polsek Balaraja disangkakan telah menggelapkan uang perusahaan dan memanipulasi data keuangan perusahaan dimana tempat ia bekerja dengan total uang yang diduga digelapkan yang bersangkutan sebesar Rp. 650.000.000.00 (enam ratus lima puluh juta rupiah) , namun didalam persidangan BAP berubah menjadi 1,5 Milyar. 

Sidang  yang dilaksanakan Kamis 17/05/2018 , dipimpin oleh Hakim Elly Noeryasmien,SH dan  sebagai Jaksa penuntut umum Tia Mila,SH  ‘ diduga  dilaksanakan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada pihak Ersie dan keluarga ‘ditambah seperti tidak ada kesempatan bagi Ersie dan keluarganya  untuk menyiapkan Kuasa hukumnya terlebih dahulu’ terlebih sidang tersebut telah menghadirkan saksi-saksi yang berjumlah (3)  tiga orang saksi  memberatkannya.


Berikut ini hasil penjelasan saksi yang dihadirkan : 








Berdasarkan Pengamatan dari team Diva Media saat menghadiri persidngan tersebut terlihat Pihak dari Esie yang tidak dikuasakan kuasa hukum disebutkan oleh saksi-saksi bahwa Ersie hanya menjaminkan surat tanah,kendaraan roda empat yang kini telah ditarik leasing ,sepeda motor beserta BPKB sebagai jaminan untuk kemudian bisa mencicil seluruh uang yang diduga telah ia gelapkan kepada pihak perusahaan tanpa mendengarkan dan mengabaikan saksi-saksi yang meringankan Ersie terlebih dahulu.

Namun Sayang Saat selesai persidangan beberapa  awak media yang juga menyaksikan jalannya persidangan mencoba  berusaha meminta klarifikasi terhadap saksi pihak PT.ANS H.Dadang yang bersangkutan enggan memberikan komentar dan bergegas pergi meninggalkan ruangan sidang. 

Pada kesempatan yang sama kembali awak media berusaha meminta klarifikasi kepada jaksa penuntut umum dalam hal ini   Tia Mila,SH, Kembali awak media dikecewakan dengan jawaban yang sama yaitu tanpa adanya komentar sama sekali dan sambung beliau yang hanya menjawab kapan akan dilaksanakannya sidang berikutnya ?   Tia menjewab ,” sidang akan dilanjutkan tanggal 24-05-2018.



TAG