PP 'Aisyiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Teror Bom Surabaya

DRADIOQU.COM - Peristiwa bom bunuh diri di Surabaya, pada Minggu 13 Mei 2018 yang pelakunya melibatkan perempuan dan anak-anak dalam satu keluarga, Pimpinan Pusat 'Aisyiyah merasa hal itu memperihatinkan dan memilukan bagi kehidupqn kemanusiaan dan kebangsaan. Untuk itu PP 'Aisyiyah melalui Ketua Umumnya Dra Siti Noordjannah Djohantini, MM, M.Si mengeluarkan pernyataan sikap dan kecaman keras tindakan terorisme tersebut sebagai perbuatan biadab, dhalim, dan fasad fil-ardl atau pengerusakan di muka bumi.

"PP 'Aisyiyah menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban beserta keluarganya, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Kami juga mengecam keras terorisme yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo serta berharap agar peristiwaemgerikan itu tidak terjadi lagi di tanah air," ujar Noordjannah, Selasa (15/05) didepan awak media saat menggelar konferensi pers di Kantor PP 'Aisyiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan No 32, Yogyakarta.

Dia juga meminta kepada pihak kepolisian dan pihak berwenang agar mengusut tuntas terorisme sampai keakarnya dengan obyektif, transparan, dan seksama sesuai dengan hukum yang berlaku serta berkhidmat untuk menyelamatkan kemanusiaan dan kehidupan bangsa. "Kepada semua pihak agar bersatu melawan terorisme, karena terorisme memghancurkan umat manusia dan masa depan bangsa," katanya.

'Aisyiyah sangat perihatin dan tidak mentoleransi segala bentuk terorisme termasuk yang melibatkan institusi keluarga dan anak apapun motif dan tujuannya. "Keluarga dan anak-anak merupakan basis kehidupan yang sangat penting dan luhur, karenanya jangan dikorbankan untuk kepentingan-kepentingan yang merusak kehidupan dan masa depan generasi bangsa. Karena itu selamatkan keluarga dan anak-anak dari segala bentuk terorisme, kekerasan, anarki, dan perbuatan yang dilarang agama serta merugikan hajat hidup kemanusiaan, keumatan, dan kebangsaan," jelasnya.

Noordjannah juga meminta kepada semua pihak untuk tidak memberikan toleransi sekecil apapun terhadap segala bentuk terorisme karena merusak kehidupan. "Bersama dengan ini mari kita ciptakan institusi keluarga, masyarakat, dan bangsa yang damai, aman, dan selamat sebagai wujud pertanggungjawaban moral dan kemanusiaan selaku hamba Allah dan khalifah dimuka bumi," tambahnya.

Dia juga meminta jadikan agama sebagai sumber nilai utama dan mendasar dalam mewujudkan kehidupan yang luhur, bermakna, dan memberi rahmat bagi semesta alam serta jangan disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan apapun yang merugikan kehidupan manusia dan lingkungan. (Dewi Ratih)
TAG