Presiden AS Donald Trump menengarai pertemuan pentingnya dengan Kim Jong Un

DRADIOQU.COM - Presiden AS Donald Trump, Selasa (22/5), menengarai pertemuan pentingnya dengan Kim Jong Un tidak sesuai perencanaan. "Mungkin tidak berhasil untuk 12 Juni," katanya.
Ia menambahkan, jika pun tidak terjadi sesuai jadwal, maka mungkin akan berlangsung di lain waktu. Tetapi ia tetap menekankan soal denuklirisasi di Korea Utara.
Ia juga yakin, Korea Utara akan melucuti senjata nuklirnya. "Anda tidak pernah tahu tentang kesepakatan," kata Trump. "Saya sudah membuat banyak kesepakatan. Anda tidak pernah benar-benar tahu."
Pernyataan Presiden Trump tentang pertemuannya dengan Kim yang "tidak berhasil" itu sekaligus menepis pernyataan  Chung Eui Yong, Kepala Kantor Keamanan Nasional Kepresidenan sebelumnya. 
"Kami percaya ada peluang 99,9 persen pertemuan puncak Korea Utara-AS (ditetapkan untuk 12 Juni di Singapura) akan diadakan sesuai jadwal," kata Chung kepada wartawan. “Meskipun ada ketegangan baru di Semenanjung Korea.”
Kendati demikian, Chung mengakui tetap mempersiapkan berbagai kemungkinan yang terjadi. Pernyataan itu disampaikan saat ia akan terbang ke Washington pada Senin (21/5). Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, diterima Trump pada Selasa (22/5).
Menjadi tuan rumah bagi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Gedung Putih, Trump tidak banyak membahas spekulasi tentang pertemuan puncak bersejarah pertama antara AS dan Korea Utara di Singapura bulan depan.
Secara politik, Trump telah bersikap lunak untuk pertemuan penting dengan Kim. Sehingga sejumlah pejabat AS dan juga banyak pengamat percaya pertemuan itu akan berlanjut.
Namun ketika hari H semakin dekat, perbedaan antara kedua belah pihak menjadi sangat tajam. Kagagalan ini bisa mengancam perdamaian di semenanjung Korea dan mengakhiri ancaman perang nuklir. Kegagalan bisa menghancurkan harapan solusi damai.
Keraguan akan denuklirasi muncul bulan ini setelah Korea Utara mengecam tuntutan AS untuk "unilateral nuclear abandonment".
Kemudian, Pyongyang membatalkan pertemuan tingkat tinggi dengan Selatan sebagai protes atas latihan militer bersama antara Seoul dan Washington. Lalu, Korea Utara mengancam menarik diri dari pertemuan penting dengan AS.
Moon ke Gedung Putih membahas persoalan diplomatik yang semakin sulit. Trump menyebutkan pembicaraan tingkat tinggi yang terpisah antara Moon dan Kim juga bisa gagal. "Saat ini, dia tidak tahu apakah dia mengadakan pertemuan atau tidak," kata Trump tentang Moon.
Sementara, Korea Selatan mengkhawatirkan uji coba persenjataan Kim. Moon mengirim penasihat keamanan nasionalnya sendiri ke Gedung Putih pada Maret lalu, dan membawa pesan bahwa Korea Utara mungkin bersedia melucuti senjata nuklirnya.
Namun justru persoalan nuklir itulah yang menjadi persoalan. Bahkan, Pyongyang berada di ambang mengawinkan teknologi nuklir dan rudal yang memungkinkannya menghantam benua Amerika Serikat.

TAG