Rencana Pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan berlangsung di Singapura

DRADIOQU.COM – Pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni mendatang.
Kepastian lokasi pertemuan ini diketahui setelah Trump men-tweet tentang itu pada Kamis malam (10/5).
Lalu apa yang perlu Anda ketahui tentang pertemjuan itu? Berikut ulasan The Straits Times.
1. Tentang Terpilihnya Singapura
Lokasi itu terungkap setelah sejumlah daftar lokasi dipangkas dalam beberapa minggu terakhir, hanya menyisakan dua kemungkinan: Singapura dan Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membagi semenanjung Korea.
Pada Rabu (9 Mei), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan tidak akan diadakan di DMZ. Lalu sehari sebelum pengumuman lokasi pertemuan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjamin pembebasan tiga tahanan Amerika di Korea Utara.
Setelah mereka dibebaskan, Trump mengatakan percaya bahwa Kim ingin membawa Korea Utara "ke dunia nyata" dan menaruh harapan yang tinggi untuk pertemuan yang direncanakan, dan itu akan menjadi yang pertama antara presiden AS dan pemimpin Korea Utara.
"Saya pikir kami memiliki peluang yang sangat bagus untuk melakukan sesuatu yang sangat berarti," kata Trump. "Prestasi saya yang paling membanggakan adalah ketika kami mendenuklirisasi seluruh semenanjung itu."
2. Mengapa Singapura, Apa Kata Ahli?
Para ahli mengatakan "netralitas" adalah kata kunci di belakang pilihan venue, karena itu bisa menawarkan suasana yang nyaman. "Singapura adalah pilihan terbaik untuk kedua negara karena telah mempertahankan hubungan diplomatik dengan AS dan juga menjalin hubungan dengan Korea Utara dengan kedutaan Korea Utara di wilayahnya," kata Dr Shin Beom Chul, dari Asian Institute for Policy Studies.
Sebetul, kata Shin, Korea Utara lebih suka Cina, Rusia, dan Mongolia, tetapi AS mempertimbangkan posisinya yang tidak menguntungkan di kawasan itu. Kim akan mengenyampingkan Malaysia, sebab menuduh Kim membunuh saudara tirinya di sana, sementara Indonesia kekurangan infrastruktur yang diperlukan.
"Jaraknya juga menjadi pertimbangan menarik untuk Kim Jong Un, karena Singapura terletak 4.700 kilometer dari Korea Utara," tambahnya.
Will Saetren, peneliti dari Institute for China-America Studies, mengatakan jika pertemuan terjadi di DMZ, maka akan memutar propaganda bahwa Presiden Amerika yang mendatangi Korea Utara. Jadi, Singapura adalah pilihan yang logis.
3. Singapura yang Merasa Terhormat
Dalam tweetnya pada Kamis malam, Mr Trump menulis: "Pertemuan yang sangat diantisipasi antara Kim Jong Un dan saya sendiri akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni. Kami berdua mencoba menjadikannya sebagai momen yang sangat istimewa untuk perdamaian dunia!"
Perdana Menteri Lee Hsien Loong menjawab: "Pertemuan antara Presiden AS @realDonaldTrump & pemimpin Korea Utara Kim Jong Un adalah langkah penting menuju perdamaian. Semoga itu mengarah pada hasil yang sukses."
Lee, dalam pembicaran telepon dengan Trump pada Jumat (11 Mei), mengatakan Singapura merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah "peristiwa bersejarah dan penting" dan "akan melakukan yang terbaik untuk memfasilitasi pertemuan yang lancar dan sukses".
Korea Utara belum berkomentar secara terbuka tentang masalah ini.

4.Bagaimana Trump dan Kim Tiba di Singapura?
Para ahli menunjukkan bahwa Kim dan Trump kemungkinan akan mendarat di Pangkalan Udara Paya Lebar. Trump akan tiba dengan Air Force One, pesawat Presiden AS, sementara Kim mungkin terbang pesawat buatan Soviet, Ilyushin-62.
Pengamat mengatakan, keputusan tentang di mana kedua pemimpin akan mendarat membutuhkan pertimbangan dan koordinasi yang cermat..
Bilveer Singh, dari S. Rajaratnam School of International Studies, mengatakan penerbangan di Bandara Changi dapat terganggu jika ruang udara harus ditutup sementara untuk mengakomodasi penerbangan tingkat tinggi.
"Juga penting untuk dicatat bahwa kita berurusan dengan dua pemimpin dan negara yang paranoid tentang keamanan," katanya.
"Alasan mengapa pertemuan diadakan di sini karena mereka yakin Singapura dapat dan akan menawarkan keamanan 101 persen. Jika ini adalah pertimbangan utama, mendarat di Paya Lebar adalah pilihan terbaik."
7. Tiga Tempat Pertemuan Kim-Trump di Singapura
Para ahli menandai tiga lokasi yang mungkin di Singapura: The Shangri-La Hotel, Marina Bay Sands (MBS) dan Sentosa.
Shangri-La Hotel, yang menjadi tuan rumah dialog keamanan tahunan Shangri-La menempati urutan teratas dalam hal logistik dan keamanan.
Sedangkan MBS dimiliki oleh Las Vegas Sands Corp, yang chief executive-nya adalah Sheldon Adelson, salah satu donor utama Trump.
Sentosa bisa menjadi pilihan untuk privasi dan relatif terasing, tetapi hotel di sana mungkin tidak dapat menampung rombongan besar.
8. Apakah Ada Pemimpin Lain yang Datang?
Sebuah surat kabar Jepang pada Jumat menuliskan kemungkinan Presiden China Xi Jinping juga melakukan perjalanan ke Singapura pada 12 Juni.
Koresponden Mainichi Shimbun yang berbasis di Washington mengutip sumber diplomatik AS yang mengatakan ada kemungkinan bahwa Xi dapat bertemu Trump dan Kim di Singapura.
Mainichi mengutip seorang perunding senior internasional dengan Dewan Keamanan Nasional yang mengatakan kepada wartawan bahwa "ada kemungkinan" pemimpin negara ketiga dapat mengambil bagian.



TAG