Status Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah Dihimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang

DRADIOQU.COM - Status Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah ditingkatkan dari level normal ke level waspada. Meski demikian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap tenang dan jangan mudah terpancing isu yang tidak jelas.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang terkait peningkatan status dari normal ke waspada yang dikeluarkan PVMBG dan tidak mudah terpancing pada isu-isu mengenai letusan Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diimbau mengikuti arahan dari pemda setempat. Pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan pers pada Selasa (22/5) dini hari.
Ditambahkan Sutopo berdasarkan peringatan untuk menjauhi tiga kilometer (km) kawah Gunung Merapi, pihaknya bersama dengan beberapa pemerintah daerah telah mendata jumlah warga yang harus mengungsi.
"Berdasarkan data yang ada 298 orang yang harus dievakuasi karena lokasinya kurang dari tiga kilometer dari kawah Merapi dan berdasarkan keterangan dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mereka akan mengungsi ke Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta," kata Sutopo.
"Mereka yang mengungsi itu berasal dari Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Dan berdasarkan kabar dari masing-masing pemerintah daerah yang sudah kami data hingga saat ini sudah ada 388 warga yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo, sedangkan di kawasan Jawa Tengah, 362 warga Kabupaten Boyolali yang mengungsi Desa Tologolele, Selo Boyolali. Mereka berasal dari Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan di Desa Tlogolele," lanjut Sutopo.
"BPBD Kabupaten Boyolali, Magelang, Klaten dan Sleman akan melaporkan kepada Bupati dan melakukan rapat koordinasi dengan SKPD dan unsur terkait di wilayah masing-masing. BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Provinsi DI Yogyakarta terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan BPBD di wilayahnya," tutupnya.
Seperti yang diinformasikan sebelumnya, berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBD DIY bersumber dari BPPTKG, erupsi susulan Gunung Merapi terjadi pada 22 Mei 2018 pukul 01.47 WIB. Letusan berlangsung selama tiga menit dengan ketinggian asap 3.500 meter arah barat teramati dari pos PGM Babadan. Amplitudo seismik terukur 40 mm.

TAG