Teror Bendera ISRAEL di Papua, Martabat NKRI Diinjak Aparat pemerintah diam, semua media bungkam



Oleh : FIM

Konvoi warga Papua, Senin 14 Mei 2018 lalu mengibar-ibarkan bendera Israel keliling kota berkaitan dengan peresmian kedutaan besar AS di Jarusalem, seharusnya tidak terjadi.  Bila aparat inteljen pemerintah tanggap. Ini mengesankan pemerintah diam tak kuasa menghadapinya. Dan yang mengenaskan,  semua media bungkam seribu bahasa. 

Apakah aparat pemerintah sibuk fokus menangani kasus teror bom di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya,  Minggu dan Senin lalu?  Media juga beranggapan kasus bom itu lebih dahsyat gaungnya sehingga tak tertarik dengan aksi konvoi warga Papua dengan membawa dan mengibarkan bendera negara zionis itu. 

Nalar anak bangsa RI tentu tak akan bisa menerima alasan itu. Bagaimana tidak,  aksi itu dilakukan terang terangan keliling jalan dalam kota. Tak ada upaya aparat pemetintah setempat untuk menindak. Sungguh ini harusnya membuat hati para peneriak NKRI Harga Mati tergerak untuk melawan. Tapi entah kemana mereka. 

Apakah kita gentar dengan kegiatan konvoi yang jalas jelas meneror NKRI itu lantaran dibelakangnya ada Mossad (Israel) yang didukung CIA (Amerika) kemudian membuat Mabes Polri dan BIN tak mampu menindak

Jelas ini kejadian merendahkan martabat NKRI. Sungguh kejadian ini memilukan dan sangat menyedihkan bagi anak bangsa RI yang masih menjadi penjaga setia Pancasila. ferryfim

TAG