Zanroo, startup yang bergerak di marketing technology terus melakukan inovasi dengan meluncurkan alat-alat sosial media intelligence

DRADIOQU.COM  - Zanroo, startup yang bergerak di marketing technology terus melakukan inovasi dengan meluncurkan alat-alat sosial media intelligence yang memungkinkan bisnis untuk mengumpulkan wawasan media sosial dari pasar yang sebelumnya belum dijangkau.
Salah satu keunikan Zanroo adalah alat dan teknologi eksklusifnya, yang memiliki kapasitas untuk menangkap dan menganalisa kumpulan data multibahasa yang kompleks di lebih dari 15 negara yang berbeda di kawasan Asia Pasifick (APAC) termasuk bahasa Indonesia.
"Ini dapat memberdayakan bisnis domestik maupun internasional untuk lebih terlibat dengan konsumen mereka di pasarnya masing-masing. Perannya akan semakin penting dalam tujuan yang ingin kami capai dalam meningkatkan awareness terhadap pentingnya peran digital marketing untuk pelaku usaha domestik maupun internasional," kata Founder dan CEO Zanroo, Chitpol Mungprom, melalui siaran persnya, di Jakarta, Jumat (18/5).
Menurut Chitpol, Zanroo juga fokus mendorong perkembangan digital ekonomi Indonesia, terutama karena Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.
"Indonesia bertujuan menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN 2020. Zanroo terus berusaha untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang wawasan disekitarnya, dan memberdayakan mereka untuk terhubung dengan satu dan lain dalam cara yang mendalam dan bermakna," tambahnya.
Chitpol mengungkapkan, pada kuartal IV 2018 ini, Zanroo akan meluncurkan inovasi baru, Arun, platform API terbuka yang ditujukan untuk menjadi jembatan lintas-saluran (cross-channel link) yang terselubung dalam tumpukan teknologi pemasaran.
"Zanroo saat ini juga sedang menjajaki kemitraan dengan mitra global untuk meningkatkan portofolio produk mereka yang ada dan memenuhi permintaan bisnis yang terus meningkat di pasarnya," jelas Chitpol.

TAG