Bupati Subang nonaktif Imas Aryuminingsih bakal segera diadili

DRADIOQU.COM - Bupati Subang nonaktif Imas Aryuminingsih bakal segera diadili atas kasus dugaan suap terkait perizinan Pemerintah Kabupaten Subang. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan kasus ini. Tak hanya Imas, seorang wiraswasta yang menjadi tersangka kasus ini, Darta, juga bakal segera diadili.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan berkas penyidikan kasus yang menjerat Imas dan Darta telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas, barang bukti, dan tersangka Imas serta Darta ke tahap penuntutan atau tahap 2.
"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti untuk dua tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan di Pemerintah Kabupaten Subang ke penuntutan atau tahap 2," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/6).
Dengan pelimpahan ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Imas dan Darta. Surat dakwaan terhadap Imas dan Darta nantinya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk disidangkan. Untuk kepentingan persidangan ini, penahanan Imas dan Darta dititipkan di Lapas Sukamiskin Bandung.
"Rencana sidang di Bandung. Yang bersangkutan dibawa ke Lapas Sukamiskin Bandung," kata Febri.
Dalam merampungkan penyidikan kasus ini, tim penyidik telah memeriksa sekitar 84 saksi. Para saksi itu terdiri dari unsur PNS dan pejabat di lingkungan Pemkab Subang, termasuk Asisten Daerah 3 Subang, pihak swasta, notaris dan advokat. Imas dan Darta sendiri telah berulang kali diperiksa sebagai tersangka.
"Untuk D (Darta) yang bersangkutan sudah lima kali diperiksa sebagai tersangka, sementara IA (Imas Aryuminingsih) telah diperiksa tiga kali sebagi tersangka dalam perkara ini," katanya.
Diketahui, KPK menetapkan Imas, Darta, dan pengusaha Miftahhudin, serta Kepala Bidang Perizinan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Subang, Asep Santika sebagai tersangka suap pengurusan perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Imas diduga menerima uang dari Miftahhudin terkait izin mendirikan pabrik atau tempat usaha yang diajukan PT ASP dan PT PBM.
Diduga antara pemberi dan perantara telah terjadi kesepakatan suap yang diberikan senilai Rp 4,5 miliar. Sementara komitmen fee antara perantara dan Imas sebagai penerima suap sebesar Rp 1,5 miliar
Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Miftahhudin yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara itu, sebagai pihak yang diduga sebagai penerima, Imas, Data dan Asep disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

TAG