Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan nilai akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas)

DRADIOQU.COM - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan nilai akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tidak lebih dari US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35 triliun. Namun angka tersebut dinilai belum final.
"Dari sisi nilai, sementara belum bisa menyampaikan informasinya, sampai saat ini nilai valuasi Pertagas ke PGN proses valuasinya masih dalam pembahasan final," kata Sekertaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama saat ditemui usai buka puasa bersama media di Jakarta, Rabu (6/6).
Atas dasar ini, maka agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PGN batal. Pasalnya, PGN belum memperoleh valuasi nilai akuisisi Pertagas. Pelaksanaan RUPS sebelumnya dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan sebagai perusahaan terbuka jika terdapat suatu transaksi material. Tujuannya, untuk mendapatkan persetujuan para pemegang saham atas aksi korporasi.
"Karena valuasi masih dalam proses, maka tahapan untuk menuju RUPS belum tercapai, sehingga mau tidak mau RUPS kami batalkan, kami akan lihat hasilnya dulu, apakah hasilnya memerlukan RUPS, atau valuasi itu tidak memerlukan RUPS," ungkap dia.
Hutama memaparkan, rencana pelaksanaan RUPS ini mengacu peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang jenis-jenis transaksi. Di aturan tersebut, jika nilai valuasi atau akuisisi ini mencapai 20-50 persen ekuitas perseroan, maka dibutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPS.
Dia mengatakan, dengan rencana akuisisi tersebut, maka ke depan tidak ada lagi duplikasi proyek PGN atau Pertagas. Semuanya dikerjakan dalam satu subholding migas PT Pertamina.
Saat ini kata dia, tengah dilakukan pemetaan proyek-proyek mana yang bersinggungan baik dari sisi operasional, hingga keniagaan. "Masing-masing akan punya aset, dan seluruhnya dikelola oleh subholding gas, jadi bukan lagi milik Pertagas atau PGN," kata dia.


TAG