Ketua Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Parlemen Korea Selatan Evita Nursanty menyambut baik pertemuan Presiden Amerika Serikat

DRADIOQU.COM - Ketua Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Parlemen Korea Selatan Evita Nursanty menyambut baik pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Singapura, Selasa (12/6). Pertemuan itu diharapkan bisa mewujdukan perdamaian di Semenanjun Korea.
“Kita melihat arahnya sudah sudah on the track dengan apa yang dihasilkan dalam Deklarasi Panmunjom 27 April 2018 antara Kim Jong Un dan Presiden Korsel Moon Jae in. Stabilitas kawasan sangat penting dan perdamaian ini sudah menjadi harapan dunia sejak lama, sejak perang Korea hampir 70 tahun. Ini perang yang sangat lama dan dunia sedang menyaksikan apakah perang itu sudah benar-benar berhenti saat ini,” kata Evita di Jakarta, Selasa (12/6).
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokras Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga berharap pertemuan bersejarah antara Korsel dan Korut di Zona Demiliterisasi April lalu dan pertemuan Trump-Kim di Singapura hari ini bisa memperkuat proses perdamaian abadi dan stabil ke depan dengan kesungguhan semua pihak.
Menurut Evita, berdasarkan informasi yang dia dapat selama ini, latihan bersama militer di perbatasan Korea memang sudah cukup lama menjadi perhatian Korut. Hal itu telah disampaikan kepada Trump dan hari ini Presiden AS sudah berkomitmen untuk menghentikannya. Bahkan, menurut Trump, dia akan menarik pasukan AS yang ada di perbatasan Korea karena memang menghabiskan anggaran yang cukup besar, termasuk komitmen untuk memberikan jaminan keamanan bagi Korut.
Meksi begitu, Evita menilai, proses menuju denuklirasi memang tidak bisa singkat. Demikian juga dengan upaya pengakhiran ketegangan, termasuk menghentikan latihan-latihan militer bersama, kerja sama di berbagai bidang, dan lainnya, bisa dilaksanakan dengan komitmen-komitmen yang tulus para pihak.
“Kita mendukung pernyataan kedua pemimpin mengenai membangun era baru kedua negara dan tentunya era baru di kawasan yang lebih abadi dan stabil. Kita berharap hasil pertemuan kali ini bisa segera ditindaklanjuti Menlu AS Mike Pompeo dan pejabat tinggi Korut, termasuk pertemuan-pertemuan antar-Korea,” sambung Evita.
Dia berharap pula agar masing-masing pihak melihat ke depan dengan tujuan yang kuat pada isu perdamaian dan kesejahteraan, serta mampu mengatasi sejumlah persoalan yang akan tetap ada di masa mendatang. Dia ingin agar terobosan-terobosan baru dalam diplomasi untuk menciptakan perdamaian harus terus dilakukan di berbagai negara di dunia.
“Apa yang sedang terjadi di Semenanjung Korea ini seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain atau tokoh-tokoh lain di dunia untuk menciptakan perdamaian abadi,” ucapnya.
Dikatakan pula, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Korut dan Korsel. Oleh karena itu, Indonesia sebagai sahabat kedua negara akan tetap mendukung perdamaian di Semenanjung Korea. Hal itu bisa mendorong peningkatan kerja sama yang lebih kuat di masa mendatang.

TAG