Manajemen PSMS Medan mengakhiri kerja sama dengan dua asisten pelatih yakni M Yusuf Prasetyo dan Suwanda

DRADIOQU.COM - Manajemen PSMS Medan mengakhiri kerja sama dengan dua asisten pelatih yakni M Yusuf Prasetyo dan Suwanda. Keputusan tersebut cukup mengejutkan, mengingat tak ada tanda-tanda jika dua pembantu Djadjang Nurdjaman itu bakal dicopot.
Keputusan tersebut memunculkan polemik di kalangan suporter dan pencinta sepak bola Medan khususnya tim Ayam Kinantan. Apalagi jika mengaca pada performa buruk tim, biasanya pelatih kepala yang posisinya rawan dipecat.
CEO PSMS Medan, Dodi Taher, menyebut keputusan penghentian kerja sama dengan M Yusuf dan Suwanda sudah melalui pertimbangan matang di jajaran manajemen dan petinggi klub.
Selain itu, posisi Djanur, sapaan akrab sang pelatih, juga masih aman mengingat manajemen masih memberikan kepercayaan penuh kepada eks pelatih Persib Bandung itu.
"Kami memang masih memberikan kesempatan kepada Djadjang untuk bisa memperbaiki tim usai Lebaran. Namun memang perlu ada perubahan, dan dalam evaluasi memang perlu pergantian asisten," ungkap Dodi Taher.
Dodi menjelaskan, untuk membantu kinerja Djanur, manajemen telah menunjuk Suharto AD sebagai asisten pelatih dibantu pelatih kiper, Sahari Gultom yang tetap dipertahankan manajemen.
Hanya saja, lanjur Dodi, evaluasi terhadap performa tim dilakukan secara bertahap. Manajemen tak menutup kemungkinan mengambil langkah lain jika performa Legimin Raharjo dan kawan-kawan tak memperlihatkan peningkatan usai Lebaran.
"Kami evaluasi secara bertahap demi kembali meningkatkan performa PSMS," tegasnya.

TAG