Mulai maraknya industri di Pulau Batam ikut memacu pertumbuhan sektor properti

DRADIOQU.COM - Mulai maraknya industri di Pulau Batam ikut memacu pertumbuhan sektor properti. Lahan yang semakin terbatas membuat masyarakat melirik apartemen sebagai pilihan hunian. Selain faktor harga, apartemen dianggap lebih praktis. Apalagi, fasilitas yang disediakan pengembang biasanya jauh lebih lengkap.
“Setelah sempat slow down, kegiatan industri di Batam mulai menggeliat. Sejumlah perusahaan besar mulai berinvestasi, seperti perusahaan pipanisasi migas yang umumnya padat karya. Hal ini tentunya juga akan mendorong tumbuhnya sektor properti, karena mulai ada kebutuhan hunian di sana,” kata Assistant Vice President Strategic Residential APLN Agung Wirajaya di Jakarta, Jumat (8/6).
Menurut Agung, tinggal di apartemen saat ini bukan hanya karena kebutuhan. Namun telah menjadi gaya hidup masyarakat Batam yang modern. Ini bisa terlihat dari permintaan unit apartemen yang terus naik. Selain menjadi tempat tinggal, banyak konsumen yang menjadikan apartemen sebagai salah satu instrumen investasi.
Data yang dilansir Badan Pusat Statistik setempat menyebutkan, kebutuhan hunian vertikal mencapai 589 blok tower, atau sekitar 150.784 unit. Saat ini, kota industri itu hanya memiliki 76 twin blok yang terdiri dari 7.108 unit.
Tingginya kebutuhan apartemen di Batam, menjadi salah satu alasan PT Dimas Pratama Indah, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mengembangkan Orchard View.
“Tahun ini kami memasarkan Orchard View yang berada di kawasan superblock Orchard Park Batam,” ucap dia. Baru-baru ini, Orchard Park Batam memperoleh penghargaan bergengsi tingkat internasional: FIABCI Award 2018. Penyerahan penghargaan berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab.
Agung Wirajaya menjelaskan, Orchard View memiliki seluruh kelebihan sebuah hunian, yaitu: lokasi strategis, fasilitas lengkap, akses mudah, serta memiliki nilai investasi yang tinggi. Orchard View berada di kawasan prestisius Batam Center yang berjarak hanya sekitar 40 menit dari Singapura, 15 menit dari Bandara Hang Nadim, dan 5 menit dari pelabuhan ferry internasional.
Dilengkapi dengan pusat kebugaran, fasilitas olahraga, lifestyle mall, areal parkir yang luas, taman hijau nan masif, stone garden, rofftop dan lain sebagainya. “Khusus untuk landscape, kami bekerjasama dengan konsultan internasional Palmscape dari Singapura. Karya mereka telah dipakai properti ternama di seluruh dunia,” kata Agung Wirajaya.
Sementara Assistant General Manager Orchard Park Batam, Tedi Guswana mengungkapkan berbagai kelebihan Orchard View. “Selain lokasi berada di depan kawasan Orchard Park dan fasilitas lengkap, perawatan hunian juga sangat simple. Kami menerapkan estate management selama 24 jam, sehingga jika terjadi sesuatu segera direspons,” ungkapnya.
Selain itu, seluruh unit mendapat dukungan genset yang memastikan aliran listrik dan air tersedia. “Penghuni yang menerima tamu tak perlu khawatir karena Orchard View memiliki lobby yang mewah,” kata Tedi.
Sementara itu, rencana Badan Pengusahaan Batam mempermudah warga negara asing memiliki properti juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan properti di kota itu. Apalagi, harga properti di kota ini jauh lebih murah dibandingkan Singapura dan Johor Malaysia. Kota tetangga Batam.
“Sebelum mereka memborong properti di Batam, ini kesempatan bagi warga Batam untuk memiliki properti. Karena apa, dibandingkan Singapura, harga properti dengan unit yang sama bisa berbeda 8 hingga 10 kali lipat. Begitu juga di Malaysia. Nilainya lebih mahal jika dibanding Batam,” ungkap Agung Wirajaya. Tak heran jika ada warga negara itu yang memilih properti di Batam. Baik sebagai tempat tinggal saat berlibur, maupun untuk investasi.

TAG