Begini Kesaksian Bair Korban Selamat Dalam Tragedi KM. Lestari Maju

DRADIOQU.COM - Sungguh di luar bayangan semua pihak, jikalau nasib KM. Lestari Maju yang selama kurun waktu empat tahun terakhir rutin melayani lintasan penyeberangan Pamatata-Bira akan berakhir tragis dan merenggut tiga puluh tujuh nyawa penumpang tak berdosa.

Bair, salah seorang penumpang selamat dalam tragedi KM. Lestari Maju menuturkan, air laut mulai meresap dan menggenangi  bagian lambung, kanan kapal setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam dari Pelabuhan Bira Bulukumba.

Suasana kepanikan penumpang mulai terlihat setelah seluruh mesin mati. Pada saat bersamaan, tak satupun pulau yang terlihat di sekitar kapal, kecuali Pulau Bembe, salah satu gugusan pulau kosong tak berpenghuni di perbatasan perairan Bulukumba-Selayar.

Kepanikan penumpang kian menjadi-jadi setelah badan kapal mulai miring ke kiri. Namun ironis, karena anak buah kapal justeru sama sekali tidak memprioritaskan keselamatan penumpang. Hal tersebut terlihat, ketika anak buah kapal, ikut berebut pelampung yang semestinya digunakan untuk keselamatan penumpang.   Akibatnya, banyak penumpang yang tidak sempat kebagian life jacket.
Beruntung, mesin kapal masih sempat berfungsi selama kurang lebih lima belas menit, hingga kapal bisa diarahkan ke pesisir Pantai Pa’badilang, Desa Bungaia, Kecamatan Bontomate’ne. Setelah kapal kandas, penumpang yang berjumlah kurang lebih delapan puluh orang,  ramai-ramai melompat dan naik ke lefrat kapal meski kondisinya sudah sarat, urainya mengisahkan detik-detik tragedi KM. Lestari Maju. (fadly syarif)
TAG