Kejaksaan Agung dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani kesepahaman (MoU) koordinasi dalam penanggulangan terorisme

DRADIOQU.COM - Kejaksaan Agung dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani kesepahaman (MoU) koordinasi dalam penanggulangan terorisme, Selasa (3/7).
Penandatanganan itu dilakukan oleh Jaksa Agung HM Prasetyo dan Kepala BNPT Suhardi Alius.
"Nota kesepahaman tersebut sebagai bentuk kerja sama para pihak dalam melaksanakan koordinasi penanggulangan terorisme agar berjalan secara optimal dan tepat sasaran, sesuai tugas dan fungsi masing-masing," kata Prasetyo.
MoU itu meliputi tentang penegakan hukum dalam rangka penanggulangan terorisme. Kemudian, pertukaran data dan informasi dalam rangka pencegahan penyebaran paham radikal terorisme dan penanggulangan terorisme.
"Ketiga, penyelenggaraan sosialisasi kepada masyarakat umum dalam mencegah penyebaran paham radikal terorisme," kata Prasetyo.
Keempat, penyelenggaraan pengawasan terhadap orang, barang, dan infiltrasi paham radikal terorisme. Kelima, pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lain di bidang perdata dan tata usaha negara.
"Keenam, peningkatan kompetensi teknis para pihak dalam penanggulangan terorisme dan ketujuh, penugasan jaksa pada pihak kesatu. Nota kesepahaman ini berlaku lima tahun terhitung sejak ditandatangani para pihak," katanya.
Menurut Prasetyo, penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Kejaksaan dengan BNPT ini sangat penting dan strategis sejalan dengan munculnya berbagai aksi teror, bahkan dilakukannya aksi pengeboman yang terjadi kesekian kalinya dan ancaman teror yang datang silih berganti di antaranya telah merusak objek vital strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, menimbulkan korban luka bahkan cukup banyak mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Aksi teror tersebut seringkali pula menimbulkan ketakutan secara meluas sehingga mengganggu dan mengancam ketenteraman warga sipil yang tidak berdosa," katanya.

TAG