Rildo ketika melantik kepengurusan Pengda Pelti DKI Jakarta masa bakti 2017 – 2022 di bawah kepemimpinan Heru Haryanto

DRADIOQU.COM - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar meminta Pengda Pelti DKI Jakarta mengurus atletnya yang selama ini tidak diurus dengan baik dan perbaiki organisasi tersebut.
Hal ini dikemukakan Rildo ketika melantik kepengurusan Pengda Pelti DKI Jakarta masa bakti 2017 – 2022 di bawah kepemimpinan Heru Haryanto yang menggantikan ketua umum lama Zulkarnain Idris di Gelanggang Mahasiswa Sumantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (7/7). Menurutnya prestasi tenis DKI terpuruk belakangan.
"Ini sekadar masukan saja, kepada para pengurus yang baru agar memperbaiki organisasi ke depannya. Sehingga tidak ada lagi atet DKI Jaya yang pindah ke daerah lain karena alasan merasa tidak diperhatikan. 
Di antaranya Christopher Rungkat yang sudah pindah ke Jawa Timur. Mungkin banyak lagi yang lain menyusul, kalau Pengda Pelti DKI tidak cepat merangkul mereka. Hendaknya, para pengurus juga turun langsung ke lapangan mendengarkan keluh-kesah para atlet," kata Rildo.
Lebih jauh ia mengatakan, menjadi pengurus Pelti harus siap mengorbankan waktu untuk membina atlet. Pengurus tempatnya tidak di kantor, tetapi di lapangan bersama atlet. Dengan melihat apa yang dibutuhkan atlet, pengurus jadi mengerti apa yang harus dilakukannya.
Ia juga meminta DKI Jaya sebagai barometer olahraga di Tanah aAir agar lebih banyak lagi mencetak atlet terbaik demi kontribusinya untuk tenis nasional.
Menanggapi hal itu, Ketua Pelti DKI Jaya, Heru Haryanto, kedepannya pihaknya berupaya untuk 'mengikat' para atlet tenis DKI Jaya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pengprov DKI Jaya.
"Ini mengingatkan dan memotivasi kami, karena ada kekisruhan di tubuh KONI DKI Jaya kemarin Ini tugas berat kami, DKI Jaya harus jadi barometer nasional. Soal proses kepindahan Christopher Rungkat kami masih menunggu jawaban dari KONI DKI Jaya," tandas Heru.
Ia juga mengemukakan, program yang akan diprioritaskan kepengurusannya dalam upaya mencetak bibit atlet dengan melakukan pemasalan tenis di wilayah DKI Jaya.
"Kita akan mencoba pemasalan seperti tenis on the street dikenalkan kepada anak-anak di acara Car Free Day di wiayah DKI Jaya serta menggelar program pemasalan kejuraan tenis setiap bulannya untuk kelompok umur. Ini agar mereka lebih banyak lagi mengikuti frekuensi pertandingan," tutup dia.
TAG