ANDI ARIEF :"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 miliar untuk cawapres,"

DRADIOQU.COM - Ketua Umum (ketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dinilai lebih memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres). Sandiaga, disebut bersedia menyetorkan uang sekitar Rp 500 miliar untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tujuannya agar kedua partai itu menyetujui Sandiaga menjadi pendamping Prabowo.
"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 miliar untuk cawapres," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD), Andi Arief kepada wartawan, Rabu (8/8). Skema duet Prabowo dan Sandi memang semakin menguat menjelang batas akhir pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan cawapres, Jumat (10/8).
Andi mengaku begitu kecewa atas sikap Prabowo yang cenderung mengutamakan aspek materi. "Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar," tukasnya.
Melalui akun twitternya, Andi Arief sempat menuliskan batalnya pertemuan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo. Untuk diketahui, Prabowo direncanakan menemui SBY, di kediaman SBY, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (8/8).
"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," cuit Andi.
TAG