Jenama ponsel Trump Mobile mengonfirmasi bahwa data
pelanggan mereka yang mencakup nama, alamat email, alamat rumah, nomor telepon
seluler, hingga identitas pesanan pelanggan bocor ke internet.
Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat (22/5) waktu setempat,
juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, mengatakan pihaknya saat ini tengah
menyelidiki insiden tersebut dan belum menemukan bukti bahwa konten pribadi
maupun informasi finansial pelanggan ikut bocor.
Walker menegaskan tidak ada pelanggaran atau peretasan
terhadap jaringan, sistem, maupun infrastruktur internal Trump Mobile.
Menurut perusahaan, kebocoran data tersebut berkaitan dengan
penyedia platform pihak ketiga yang mendukung sebagian operasional Trump
Mobile. Namun, pihak perusahaan tidak mengungkap identitas vendor tersebut
Pengakuan Trump Mobile muncul setelah laporan sebelumnya
menyebut data pelanggan perusahaan itu dapat diakses secara publik melalui
internet.
Sebelumnya, dua kreator konten YouTube yang memesan
perangkat Trump Mobile mengaku diberi tahu oleh seorang peneliti keamanan siber
bahwa data pribadi mereka terekspos secara daring.
Kedua kreator konten tersebut, yakni Coffeezilla dan
penguinz0, mengatakan mereka telah mencoba memperingatkan Trump Mobile terkait
kebocoran data itu setelah peneliti keamanan siber tersebut juga berusaha
menghubungi perusahaan namun tidak mendapat respons.
Walker mengatakan Trump Mobile saat ini masih mengevaluasi
apakah perusahaan perlu mengirim pemberitahuan resmi kepada pelanggan terkait
kebocoran data pribadi tersebut.