Korban ledakan galian proyek utilitas di Jalan RS Fatmawati
Raya, Cilandak, Jakarta Selatan menjalani operasi plastik akibat luka yang cukup
parah pada bagian wajahnya.
"Kondisi yang satu sudah membaik, yang satu operasi
plastik. Operasi bagian muka karena agak parah di bagian muka, tapi masih sadar
kok," kata Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen kepada wartawan di
Jakarta, Selasa.
Gusprihatin mengatakan kondisi salah satu korban saat ini
berangsur membaik, sedangkan korban lainnya masih membutuhkan tindakan medis
lanjutan.
Meski demikian, polisi belum dapat meminta keterangan dari
korban yang masih menjalani perawatan karena saat ini fokus utama adalah
pemulihan kondisi kesehatannya.
Menurut dia, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap
sejumlah saksi dan pihak vendor yang terlibat dalam pekerjaan galian tersebut
untuk mendalami penyebab kejadian.
"Kita masih tahap pemeriksaan saksi-saksi.
Vendor-vendor kita periksa karena perlu pendalaman untuk masalah ini,"
ucapnya.
Ia menambahkan korban nantinya akan dimintai keterangan
setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan.
Terkait biaya pengobatan, Gusprihatin memastikan seluruh
perawatan medis kedua korban ditanggung penuh oleh perusahaan yang mengerjakan
proyek tersebut. "Ditanggung perusahaan semua, full," ujarnya.
Sebelumnya, polisi menyebut dugaan sementara penyebab
ledakan galian di Jalan RS Fatmawati Raya karena kabel listrik yang putus saat
proses pengeboran berlangsung.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (8/6) pagi ketika pekerja
tengah melakukan pekerjaan galian untuk perbaikan jaringan pipa air bersih.
Saat pengeboran berlangsung, alat yang digunakan diduga mengenai kabel listrik
yang berada di bawah tanah hingga memicu ledakan.
Akibat kejadian tersebut, dua pekerja mengalami luka-luka
dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan
medis. Polisi juga menghentikan sementara pekerjaan galian guna kepentingan
penyelidikan lebih lanjut.