Grup ben Kotak menghentikan konsernya di kawasan Kota Tua, Jakarta -->

Grup ben Kotak menghentikan konsernya di kawasan Kota Tua, Jakarta

Selasa, 15 September 2026

 

Grup ben Kotak menghentikan konsernya di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (13/9/2026), setelah dugaan gas menyengat dilemparkan dari arah penonton ke area panggung. Vokalis Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari meminta maaf kepada penonton dan menjelaskan penghentian konser dilakukan demi keselamatan semua pihak.

 


Kotak yang digawangi Tantri, Chua atau Swasti Sabdastantri, dan Cella atau Mario Marcella tampil dalam acara terbuka dan gratis untuk masyarakat. Namun, konser tersebut terpaksa dihentikan setelah dugaan paparan gas membuat Tantri mengalami batuk, muntah, pandangan kabur, dan pusing.

 

Tantri menceritakan insiden tersebut melalui unggahan di akun Instagram miliknya pada Senin (14/9/2026). Menurutnya, konser awalnya berlangsung lancar hingga lagu kesembilan, “Hijaukan Bumi”.

 

“Semalam Kotak tampil di Kota Tua dalam acara yang terbuka dan gratis untuk masyarakat. Awalnya konser berjalan baik, sampai di lagu kesembilan ‘Hijaukan Bumi’, ada oknum dari arah penonton yang menyalakan gas tanpa asap dengan bau yang cukup menyengat. Penonton pun serentak menghindar,” ungkapnya.

 

Meski mencium bau gas yang menyengat, Tantri dan personel Kotak tetap berupaya melanjutkan penampilan. Namun, dugaan gas kembali dikeluarkan ketika mereka membawakan lagu kesepuluh, “Pelan-Pelan Saja”.

 

“Namun di lagu ke-10 ‘Pelan-Pelan Saja’, gas kembali dikeluarkan dan kali ini lebih menyengat serta mengarah ke panggung. Saya batuk, muntah, pandangan sempat kabur dan pusing. Akhirnya saya memutuskan menghentikan konser demi keselamatan saya, personel, kru, dan terutama penonton, karena banyak juga anak-anak yang hadir,” lanjutnya.

 

Sang vokalis menyesalkan insiden tersebut karena Kotak datang untuk menghibur masyarakat. Ia mengaku belum mengetahui identitas pelaku maupun motif di balik dugaan aksi tersebut.

 

“Sampai saat ini saya belum tahu siapa pelaku dan apa tujuannya. Saya berharap penonton yang ikut terkena paparan, termasuk yang dikabarkan sempat pingsan, sudah mendapatkan pertolongan dan tidak mengalami dampak serius,” tuturnya.

 

Tantri menegaskan, pihak yang diduga melempar gas bukan bagian dari Kerabat Kotak, sebutan untuk penggemar grup tersebut. Ia berharap insiden itu tidak merusak hubungan baik antara Kotak, penggemar, dan penonton.

 

 “Saya tegaskan itu (oknum pelempar gas) bukan kerabat Kotak yang melakukan hal tersebut. Jangan sampai tindakan oknum merusak hubungan baik yang selama ini terjalin antara Kotak, Kerabat, dan penonton,” tutupnya.

 

Basis Kotak, Chua turut mengecam dugaan aksi tersebut. Ia menyoroti keberadaan anak-anak yang hadir dalam konser.