Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mendoakan
keselamatan dan berharap lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang di
Selat Sunda selamat serta keluarga mendapatkan kabar mengenai keberadaannya.
“Saya berdoa semoga cepat akan ketemu dan cepat ada kabar
bahwa alhamdulilah mereka selamat semua,” katanya saat ditemui usai pembukaan
pameran fotografi di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut dia, senantiasa memantau
perkembangan mengenai hilangnya lima jurnalis di Selat Sunda serta telah
memerintahkan instansi terkait untuk memaksimalkan pencarian.
Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa sosok jurnalis kerap
menghadapi situasi yang berisiko kala bertugas meliput berbagai agenda termasuk
bencana alam demi mendapatkan berita foto yang sesuai dengan kaidah
jurnalistik.
“Saya tahu almarhum bapak saya kan selalu berada di medan
perang. Saya tahu betapa luar biasa jurnalis-jurnalis, kadang-kadang mereka
harus menghadapi risiko yang mengancam nyawa untuk bisa mendapatkan berita foto
yang luar biasa,” katanya lagi.
Adapun dilaporkan bahwa pada sore ini operasi pencarian dan
pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu
I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda secara resmi dihentikan setelah
berlangsung selama 10 hari.
Penutupan operasi SAR gabungan tersebut diumumkan secara
resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR
Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang.
"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan
operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata dia.
Andra memaparkan bahwa sepanjang operasi digelar, tim SAR
gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak
kapal di seluruh sektor penyisiran.
Sebelumnya, sebanyak delapan orang yang dalam pencarian
terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA),
Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal
(jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman
(ABK), serta Heriyanto (pemandu).