Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan pencarian seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang dilaporkan hilang dalam serangan terhadap kapal MV Tihamah di Selat Bab Al-Mandeb -->

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan pencarian seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang dilaporkan hilang dalam serangan terhadap kapal MV Tihamah di Selat Bab Al-Mandeb

Jumat, 21 Agustus 2026

  Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan pencarian seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang dilaporkan hilang dalam serangan terhadap kapal MV Tihamah di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, masih terus dilakukan.



Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur masuk menuju Laut Merah yang terletak di sisi barat Semenanjung Arab.


 “Untuk ABK WNI yang masih hilang, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh otoritas terkait di Yaman, dan kami terus memantau upaya pencarian tersebut,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah kepada awak media di Jakarta, mengutip Antara, Kamis (20/8/2026). 


Heni menyampaikan, untuk memantau perkembangan operasi pencarian ABK MV Tihamah tersebut, KBRI Muscat terus berkomunikasi dengan pihak terkait, khususnya Kementerian Luar Negeri Yaman. Kemenlu Yaman, dikatakan Heni, telah memberikan jaminan bpencarian ABK WNI yang hilang masih akan terus dilakukan.


 “Mereka belum menyampaikan kapan pencarian itu akan dihentikan,” tegasnya. 


Sementara itu, dua ABK WNI yang selamat dari serangan terhadap MV Tihamah telah dipindahkan ke rumah sakit lain. Sebelumnya, keduanya menjalani perawatan di Rumah Sakit 2 Desember di Kota Mukha, Yaman baru kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Pangeran Mohammed bin Salman di Kota Aden pada Selasa (18/8/2026). 


 “Pemindahan dilakukan dengan pertimbangan risiko keamanan dan keselamatan para ABK WNI yang selamat,” tambah Heni. 


KBRI Muscat telah mengerahkan tim ke Aden untuk mendampingi kedua WNI tersebut. KBRI Muscat juga siap memfasilitasi pemulangan kedua ABK WNI ke Indonesia dalam waktu dekat.


“Kami akan terus memonitor sambil melakukan persiapan untuk memulangkan dua ABK WNI yang selamat,” pungkasnya.


Dari dua ABK WNI yang selamat, satu orang mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan. Sementara itu, satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Saat menjadi sasaran serangan bom, MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK, yang terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.


Mengutip Anadolu, menurut laporan stasiun televisi Al-Jumhuriya TV, serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman tersebut juga menewaskan dua warga negara Pakistan.