Memasuki pekan terakhir bursa transfer musim panas 2025, Aston Villa masih bergerak mencari tambahan amunisi baru

Memasuki pekan terakhir bursa transfer musim panas 2025, Aston Villa masih bergerak mencari tambahan amunisi baru

Rabu, 27 Agustus 2025

   



Memasuki pekan terakhir bursa transfer musim panas 2025, Aston Villa masih bergerak mencari tambahan amunisi baru. Start yang kurang meyakinkan di awal musim membuat tim asuhan Unai Emery ingin memperkuat lini serang sebelum jendela transfer ditutup.

Nama Nicolas Jackson dari Chelsea menjadi target utama Villa dalam beberapa hari terakhir. Namun, dengan waktu yang semain mepet, negosiasi transfer penyerang muda asal Senegal itu disebut tidak mudah diselesaikan.

Menariknya, menurut laporan jurnalis Matt Law melalui podcast London is Blue, jika kesepakatan Jackson gagal terwujud, Villa bisa mengalihkan perhatian kepada Raheem Sterling, pemain senior Chelsea yang berharga pernah berharga sekitar £ 50 juta atau setara Rp 1 triliun.Namun, mengutip Daily Mail, Selasa (26/8/2025), Chelsea bersedia melepas Sterling dengan harga sekitar £ 20 juta atau Rp 420 miliar. Angka itu lebih rendah dibanding nilai kontraknya yang masih berlaku hingga 2027 dengan total bernilai lebih dari Rp 630 miliar.

Sterling memang belum tampil konsisten sejak berseragam The Blues, tetapi pengalamannya di Liga Inggris membuatnya tetap jadi opsi menarik. The Villa memang sangat membutuhkan tambahan pemain sayap setelah hanya meraih satu poin dari dua laga awal Premier League.

“Jika dalam 48 jam terakhir Villa belum mendapatkan pemain sayap, saya tak akan terkejut bila mereka menanyakan ketersediaan Sterling kepada Chelsea,” ungkap Law.

Secara statistik, Sterling sudah mencatat 123 gol di Liga Inggris sejak membela Liverpool, Manchester City, dan Chelsea. Namun, rekor pribadinya melawan Aston Villa cukup mengejutkan, yakni hanya tiga gol dari 19 laga, dengan satu gol saja tercipta di Villa Park.

Meski begitu, situasi saat ini bisa membuka peluang transfer besar. Aston Villa ingin menghindari start buruk yang berlarut-larut, sementara Sterling dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi hengkang demi menit bermain lebih banyak.