Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Angke -->

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Angke

Kamis, 22 Januari 2026

 


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Angke. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya tinggi muka air (TMA) di Pos Pantau Angke Hulu yang naik ke status waspada atau siaga 3 pada Kamis (22/1/2026) pagi, akibat hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak dini hari.

BPBD memperkirakan aliran air dari hulu Sungai Angke akan bergerak menuju wilayah hilir dalam waktu relatif singkat. Berdasarkan perhitungan hidrologi, air diprediksi akan tiba di Pintu Air (PA) Cengkareng Drain dalam kurun waktu sekitar tiga jam setelah status siaga ditetapkan.

 “Antisipasi kurang lebih tiga jam ke depan air akan sampai di Pintu Air Cengkareng Drain,” demikian keterangan BPBD Jakarta dikutip dari laman resminya.

Data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta mencatat, TMA di Pos Pantau Angke Hulu pada pukul 07.00 WIB berada di angka 140 sentimeter dan masih berstatus normal atau siaga 4 dengan kondisi cuaca gerimis. Namun, hanya berselang satu jam, pada pukul 08.00 WIB, ketinggian air meningkat signifikan menjadi 155 sentimeter. Atas kenaikan tersebut, status pos pantau dinaikkan menjadi waspada atau siaga 3

Kondisi ini menandakan adanya peningkatan debit air yang berpotensi memicu luapan sungai, terutama jika hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi dalam beberapa jam ke depan.

9 Wilayah Diminta Siaga

Seiring meningkatnya debit Sungai Angke, BPBD Jakarta menetapkan sembilan wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Wilayah tersebut meliputi Kembangan Selatan, Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kembangan Utara, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Timur, Kapuk, Kapuk Muara, serta Kamal Muara.

Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap genangan maupun luapan sungai, terutama kawasan permukiman padat yang berada di bantaran sungai dan daerah dengan sistem drainase terbatas.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Jakarta telah menyebarluaskan informasi peringatan dini melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial resmi, sistem disaster early warning system (DEWS), hingga penyampaian langsung kepada camat dan lurah di wilayah yang berpotensi terdampak.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi terkini, tidak membuang sampah ke saluran air, serta menyiapkan langkah darurat jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan debit air secara cepat.

Warga diminta segera menghubungi layanan darurat Call Center Jakarta Siaga 112 apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan evakuasi.