Isra Mi’raj di Tanjung Jati Bawah Kedondong: Shalat sebagai Penjaga Iman -->

Isra Mi’raj di Tanjung Jati Bawah Kedondong: Shalat sebagai Penjaga Iman

Sabtu, 03 Januari 2026



DRadioQu.com, PESAWARAN – Di tengah arus kehidupan yang kian cepat dan penuh tantangan, Jama’ah Mushalla Baitul Ma’bud, Desa Kedondong, Kabupaten Pesawaran, memilih berhenti sejenak untuk menata kembali ruh keimanan melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (03/01/2026), bertepatan dengan 15 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Shalat Kita Tingkatkan Iman”.

Peringatan Isra Mi’raj berlangsung khidmat dan sarat makna. Ketua Panitia, Asmani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan buah dari kerja sama dan kebersamaan seluruh jama’ah. Ia berharap, semangat kolektif itu menjadi sumber keberkahan serta mampu mempererat kerukunan, baik antarjama’ah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mushalla Baitul Ma’bud, Ahmad Saikhu, mengungkapkan optimismenya bahwa peringatan Isra Mi’raj ini dapat menjadi momentum refleksi spiritual. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong jama’ah untuk terus memperbaiki diri dari hari ke hari serta memperkuat ukhuwah Islamiyah demi terbangunnya persaudaraan yang hakiki.

Apresiasi juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Kedondong yang diwakili Kepala Dusun Tanjung Jati Bawah, Zulyan Efendi. Ia mengapresiasi PHBI Mushalla Baitul Ma’bud atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini dan berharap pesan-pesan yang disampaikan penceramah tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat diamalkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Subron dari Kabupaten Tanggamus, dilanjutkan tausiyah oleh Ustadz Dairobi dari Balaraja, Tangerang. Dalam ceramahnya, penceramah menekankan pentingnya shalat sebagai fondasi utama pembentukan iman, akhlak, dan keteguhan spiritual umat Islam.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat, perwakilan Pemerintah Desa Kedondong, unsur Kecamatan Kedondong, serta jama’ah Majelis Ta’lim dari sejumlah dusun di Desa Kedondong dan Desa Tempel Rejo. Kehadiran lintas unsur ini semakin menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga ruang penguatan sosial dan spiritual masyarakat. (Brm)