Presiden Olympique de Marseille Pablo Longoria mengungkapkan
dirinya berkonsultasi dengan ibundanya terlebih dahulu sebelum menyetujui
perekrutan Mason Greenwood dari Manchester United pada 2024. Keputusan tersebut
diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek olahraga dan non-olahraga yang menyertai
transfer sang pemain.
Greenwood, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu
talenta muda paling menjanjikan di Liga Inggris, diskors oleh Manchester United
pada Januari 2022 setelah ditangkap atas dugaan percobaan pemerkosaan, penyerangan,
dan perilaku paksaan.
Namun, pada Februari 2023, tuduhan pidana terhadapnya
dibatalkan setelah kejaksaan menyatakan saksi kunci menarik keterlibatan
mereka.
Sejak saat itu, Greenwood tidak lagi bermain untuk
Manchester United. Ia sempat menjalani masa peminjaman di Getafe pada musim
2023/2024 sebelum akhirnya pindah secara permanen ke Marseille pada 2024.
Bersama klub Prancis tersebut, Greenwood menunjukkan performa impresif dengan
mencetak 33 gol dalam 54 penampilan.
Longoria mengakui perekrutan Greenwood merupakan keputusan
kontroversial. Ia mengatakan sebelum menyetujui transfer tersebut, dirinya
melakukan analisis mendalam dan meminta pendapat sang ibu, yang memiliki latar
belakang bekerja di sistem pemasyarakatan di Spanyol.
“Berbicara secara terbuka tentang keputusan ini adalah hal
yang benar. Menciptakan tabu dalam hidup tidak pernah membawa hal positif,”
ujar Longoria dalam wawancara dengan Telegraph.
Marseille melihat Greenwood sebagai peluang besar dari
perspektif olahraga. Setelah melakukan uji kelayakan dan mengumpulkan informasi
secara menyeluruh, Longoria memutuskan untuk meminta pandangan ibunya.
“Saya bertanya kepada
ibu saya, dengan semua informasi yang ada, apa yang akan ia lakukan jika berada
di posisi saya. Jawabannya adalah, ‘lakukan saja’,” kata Longoria.
Menurutnya, pendapat sang ibu sangat penting karena tidak
dipengaruhi kepentingan olahraga, melainkan didasarkan pada pertimbangan
kemanusiaan dan moral.
Meski demikian, keputusan tersebut menuai kritik luas.
Bahkan, wali kota Marseille saat itu menyatakan perilaku Greenwood di masa lalu
tidak dapat diterima. Longoria mengaku menyadari risiko reputasi yang mungkin
dihadapi klub, tetapi tetap yakin keputusan yang diambil sudah tepat.
“Saya tahu ada kritik dan risiko reputasi. Namun, jika Anda
yakin telah mengambil keputusan yang benar dengan informasi yang tepat, Anda
bisa menerimanya,” ujarnya.
Longoria juga memuji perkembangan Greenwood, tidak hanya
dari sisi performa di lapangan, tetapi juga dari aspek kedewasaan pribadi.
“Saya bangga pada Mason, bukan hanya karena gol-golnya,
tetapi juga karena kontribusinya dalam permainan tim, termasuk kerja
defensifnya. Dia terus berkembang, dan saya yakin dia adalah salah satu pemain
terbaik di dunia,” kata Longoria.