Presiden Olympique de Marseille Pablo Longoria mengungkapkan dirinya berkonsultasi dengan ibundanya terlebih dahulu sebelum menyetujui perekrutan Mason Greenwood -->

Presiden Olympique de Marseille Pablo Longoria mengungkapkan dirinya berkonsultasi dengan ibundanya terlebih dahulu sebelum menyetujui perekrutan Mason Greenwood

Selasa, 27 Januari 2026

 


Presiden Olympique de Marseille Pablo Longoria mengungkapkan dirinya berkonsultasi dengan ibundanya terlebih dahulu sebelum menyetujui perekrutan Mason Greenwood dari Manchester United pada 2024. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek olahraga dan non-olahraga yang menyertai transfer sang pemain.

Greenwood, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Liga Inggris, diskors oleh Manchester United pada Januari 2022 setelah ditangkap atas dugaan percobaan pemerkosaan, penyerangan, dan perilaku paksaan.

Namun, pada Februari 2023, tuduhan pidana terhadapnya dibatalkan setelah kejaksaan menyatakan saksi kunci menarik keterlibatan mereka.

Sejak saat itu, Greenwood tidak lagi bermain untuk Manchester United. Ia sempat menjalani masa peminjaman di Getafe pada musim 2023/2024 sebelum akhirnya pindah secara permanen ke Marseille pada 2024. Bersama klub Prancis tersebut, Greenwood menunjukkan performa impresif dengan mencetak 33 gol dalam 54 penampilan.

Longoria mengakui perekrutan Greenwood merupakan keputusan kontroversial. Ia mengatakan sebelum menyetujui transfer tersebut, dirinya melakukan analisis mendalam dan meminta pendapat sang ibu, yang memiliki latar belakang bekerja di sistem pemasyarakatan di Spanyol.

“Berbicara secara terbuka tentang keputusan ini adalah hal yang benar. Menciptakan tabu dalam hidup tidak pernah membawa hal positif,” ujar Longoria dalam wawancara dengan Telegraph.

Marseille melihat Greenwood sebagai peluang besar dari perspektif olahraga. Setelah melakukan uji kelayakan dan mengumpulkan informasi secara menyeluruh, Longoria memutuskan untuk meminta pandangan ibunya.

 “Saya bertanya kepada ibu saya, dengan semua informasi yang ada, apa yang akan ia lakukan jika berada di posisi saya. Jawabannya adalah, ‘lakukan saja’,” kata Longoria.

Menurutnya, pendapat sang ibu sangat penting karena tidak dipengaruhi kepentingan olahraga, melainkan didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan dan moral.

Meski demikian, keputusan tersebut menuai kritik luas. Bahkan, wali kota Marseille saat itu menyatakan perilaku Greenwood di masa lalu tidak dapat diterima. Longoria mengaku menyadari risiko reputasi yang mungkin dihadapi klub, tetapi tetap yakin keputusan yang diambil sudah tepat.

“Saya tahu ada kritik dan risiko reputasi. Namun, jika Anda yakin telah mengambil keputusan yang benar dengan informasi yang tepat, Anda bisa menerimanya,” ujarnya.

Longoria juga memuji perkembangan Greenwood, tidak hanya dari sisi performa di lapangan, tetapi juga dari aspek kedewasaan pribadi.

“Saya bangga pada Mason, bukan hanya karena gol-golnya, tetapi juga karena kontribusinya dalam permainan tim, termasuk kerja defensifnya. Dia terus berkembang, dan saya yakin dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia,” kata Longoria.