Wajah warga Pidie Jaya semringah saat melintasi jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh -->

Wajah warga Pidie Jaya semringah saat melintasi jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh

Sabtu, 17 Januari 2026

 Wajah warga Pidie Jaya semringah saat melintasi jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Jembatan yang sempat terputus akibat banjir bandang, kini kembali terakses setelah selesainya pembangunan jembatan gantung.

 


Jembatan gantung sepanjang sekitar 150 meter tersebut diber nama jembatan gantung Garuda dan merupakan bagian dari program ekspedisi 1.000 jembatan gantung untuk Indonesia.

Jembatan gantung tersebut menghubungkan Gampong Seunong di Kecamatan Meurah Dua dengan Gampong Blang Awe di Kecamatan Meureudu. Sebelumnya, kedua desa dihubungkan oleh jembatan permanen yang membentang di atas Krueng Meureudu, tetapi putus diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Salah seorang warga Gampong Seunong, Abdullah (60), mengatakan jembatan gantung tersebut sudah dapat dilalui warga sejak sekitar 10 hari terakhir. Jembatan itu hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki dan sepeda motor.

“Yang penting bagi kami sekarang akses dua desa sudah kembali terhubung setelah jembatan lama dibawa banjir. Jembatan gantung ini sangat membantu aktivitas warga,” kata Abdullah, Jumat (16/1/2026).

Meski akses telah kembali terbuka, warga terdampak banjir masih berharap adanya penanganan lanjutan dari pemerintah, terutama rehabilitasi sungai dan pembangunan tanggul di sepanjang Krueng Meureudu. Warga meminta agar rumah-rumah yang berada di bantaran sungai dapat direhabilitasi melalui penimbunan, sehingga mereka dapat kembali tinggal di wilayah tersebut.

 “Kami berharap sungai direhabilitasi dan dibuat tanggul supaya kami bisa kembali pulang. Kalau harus pindah, kami tidak punya lahan lain,” ujar Abdullah.

Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul guna mencegah banjir serupa terulang di masa mendatang serta memulihkan kehidupan masyarakat di dua desa tersebut.