Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku
bangga dengan perjuangan para pemainnya meskipun harus mengakui keunggulan Iran
melalui adu penalti pada final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu.
Indonesia kalah 4-5 dalam adu penalti setelah bermain imbang
5-5 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu dalam laga puncak turnamen, yang
berlangsung di Indonesia Arena, tersebut.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain karena
mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Apa yang kami capai dalam waktu ini
sungguh luar biasa,” kata Souto dalam jumpa pers setelah pertandingan usai.
Pelatih asal Spanyol itu menilai pencapaian Indonesia
menembus final dan memberi perlawanan sengit kepada Iran menjadi bukti
perkembangan signifikan futsal nasional di tingkat Asia.
Iran sendiri dengan keberhasilan ini tercatat telah 14 kali
menjuarai Piala Asia Futsal.
Menurut Souto, salah satu kekuatan utama skuad Garuda pada
laga tersebut adalah aspek mental.
“Kami sangat kuat secara mental. Cara para pemain menghadapi
tekanan sepanjang pertandingan tidak mudah,” ujarnya.
Ia menyebut timnya mampu bertahan dalam berbagai situasi
sulit hingga memaksakan pertandingan berlanjut ke adu penalti, meskipun
menghadapi lawan yang memiliki reputasi besar di level internasional.
Di sisi lain, Souto juga secara terbuka mengakui masih
terdapat jarak kualitas antara Indonesia dengan negara-negara papan atas Asia.
“Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki
pemain-pemain top di level dunia,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tempo permainan di kompetisi Asia jauh
lebih tinggi dibandingkan dengan liga domestik, sehingga menjadi tantangan
tersendiri bagi para pemain Indonesia.