Pemain asing baru PSIM Yogyakarta Jop van der Avert mengaku senang dengan debutnya bersama Laskar Mataram saat ia tampil penuh dalam laga imbang 2-2 melawan Persik Kediri dalam pekan ke-21 -->

Pemain asing baru PSIM Yogyakarta Jop van der Avert mengaku senang dengan debutnya bersama Laskar Mataram saat ia tampil penuh dalam laga imbang 2-2 melawan Persik Kediri dalam pekan ke-21

Selasa, 17 Februari 2026

 


Pemain asing baru PSIM Yogyakarta Jop van der Avert mengaku senang dengan debutnya bersama Laskar Mataram saat ia tampil penuh dalam laga imbang 2-2 melawan Persik Kediri dalam pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat.

Di laga itu, Van der Avert berduet dengan Franco Ramos Mingo sebagai bek tengah dalam formasi 4-3-3.

“Tentu saja ini pertandingan pertama, jadi saya rasa saya perlu membiasakan diri dengan sepak bola Indonesia. Semuanya berjalan lancar dan saya mulai terbiasa dengan cuacanya,” kata Jop, dikutip dari laman resmi PSIM, Senin.

Meskipun baru merasakan atmosfer pertandingan secara langsung, Jop mengaku telah lama memperhatikan perkembangan sepak bola di Indonesia.

“Saya banyak menonton pertandingan karena teman-teman saya juga bermain di Indonesia, jadi saya melihat beberapa laga, tapi selalu berbeda jika Anda sendiri yang berada di lapangan,” tutur di

Bek asal Belanda itu kemudian memberikan apresiasi terhadap kualitas kompetisi di Indonesia yang menurutnya terus mengalami peningkatan. Baginya, kehadiran banyak pemain asing menjadi nilai tambah yang memudahkan proses interaksi di dalam tim.

“Saya rasa liga ini sedang berkembang, jadi menurut saya itu hal yang sangat bagus. Saya rasa di sini lebih baik karena tim punya lebih banyak pemain asing, jadi saya bisa berkomunikasi dengan lebih mudah,” ungkap Jop.

Terkait proses adaptasi di luar teknis pertandingan, pemain 25 tahun itu merasa sangat nyaman dengan lingkungan barunya. “Semuanya berjalan lancar. Saya mulai terbiasa dengan cuacanya. Lingkungannya menyenangkan, jadi ya, saya merasa sangat baik,” jelas Jop.

Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar setiap pemain baru adalah proses mengenal seluruh anggota tim yang ada. Namun, faktor cuaca panas di Indonesia tetap dianggapnya sebagai aspek paling menonjol yang harus dihadapi oleh setiap pemain.

“Hal yang sulit itu selalu ketika Anda datang ke tim baru untuk mengenal semua orang. Tapi khususnya di Indonesia dengan cuacanya, saya rasa itu hal (tantangan) terbesar,” ujar Jop.

Hasil imbang ini membuat PSIM tetap di peringkat ketujuh dengan 32 poin dari 21 pertandingan. Pada pertandingan berikutnya, Laskar Mataram akan melakoni laga di bulan Ramadhan menghadapi Bali United di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2).