Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan piutang
pembiayaan syariah pada Januari 2026 tumbuh 10,96 persen secara tahunan
(year-on-year/yoy) menjadi Rp31,05 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan
Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML)
OJK Agusman menuturkan kinerja positif intermediasi industri keuangan syariah
tersebut salah satunya didukung oleh peningkatan pembiayaan syariah oleh
multifinance.
“Pembiayaan syariah (oleh perusahaan) multifinance
menunjukkan perkembangan yang positif. Pada Januari 2026, piutang pembiayaan
syariah meningkat 10,59 persen yoy menjadi Rp30,87 triliun,” kata Agusman dalam
keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia menyatakan penyaluran terbesar berasal dari pembiayaan
jual beli dengan akad murabahah, yakni senilai Rp19,29 triliun, atau 62,48 persen
dari total pendanaan.
Ia menilai bahwa prospek pembiayaan berbasis syariah masih
terbuka luas untuk terus bertumbuh, antara lain berkat dukungan kerangka
regulasi yang memadai.
“(Kerangka regulasi tersebut) memungkinkan pengembangan
produk melalui berbagai skema akad syariah," ujar Agusman.
Sedangkan di sektor pasar modal, Pjs. Ketua dan Wakil Ketua
Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan terjadi penurunan
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebesar 5,09 persen dalam tahun kalender
(year-to-date/ytd) pada Februari 2026 menjadi 292,88.
Ia menyampaikan kapitalisasi pasar saham (market cap) juga
turun dari Rp8,55 kuadriliun pada Januari 2026 menjadi Rp8,34 kuadriliun pada
Februari 2026.
Meskipun demikian, OJK mencatat penempatan dana investor di
instrumen investasi lainnya masih menunjukkan kinerja yang positif.
Investasi pada sukuk negara meningkat dari Rp1,70 kuadriliun
pada Desember 2025 menjadi Rp1,72 kuadriliun pada Januari 2026 dan angka
tersebut tidak berubah pada Februari 2026.
Penempatan dana pada sukuk korporasi juga meningkat dari
Rp88,92 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp90,57 triliun pada Februari 2026.
"Sementara AUM (asset under management) reksadana
syariah tumbuh 12,69 persen year-to-date menjadi Rp94,03 triliun," ucap
Friderica Widyasari Dewi.