Pakar gizi klinik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta
Tirta Prawita Sari mengingatkan bahwa penderita asam urat perlu lebih berhati
hati saat menikmati hidangan khas Lebaran yang umumnya tinggi lemak, garam, dan
purin.
Ia menjelaskan bahwa beberapa makanan seperti sambal goreng
ati, opor, hingga rendang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan serangan gout atau
peradangan sendi secara tiba tiba, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan
cairan yang cukup.
"Penderita asam urat yang mengonsumsi sambal goreng
ati, yang padat purin, rentan mengalami serangan gout (salah satu radang sendi)
akut, terutama bila kurang minum air putih," kata dia dalam keterangan di
Jakarta, Jumat.
Tirta juga memaparkan bahwa satu porsi menu Lebaran yang
terdiri dari ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, serta beberapa kue
seperti nastar dapat mengandung sekitar 1.390 kilokalori. Jumlah tersebut
mendekati kebutuhan energi harian sebagian orang dewasa.
Sebagian besar kalori tersebut berasal dari lemak jenuh yang
terdapat dalam santan. Selain itu, kandungan natriumnya juga cukup tinggi dan
hampir menyentuh batas konsumsi harian yang dianjurkan oleh organisasi
kesehatan dunia. Sementara itu, asupan serat dari menu tersebut tergolong
rendah.
Kondisi ini membuat tubuh menerima beban yang cukup besar
dalam satu waktu. Karbohidrat dari ketupat dan lontong memiliki indeks glikemik
tinggi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Di sisi lain,
lemak jenuh dapat memengaruhi kerja insulin, sementara tingginya kandungan
garam dapat berdampak pada tekanan darah.
Kurangnya serat dalam menu tersebut juga membuat proses
penyerapan nutrisi berlangsung lebih cepat tanpa perlambatan yang berarti. Hal
ini dapat memperbesar dampak metabolik yang dirasakan tubuh setelah makan.
Menurut Tirta, pasien dengan riwayat tekanan darah tinggi
berpotensi mengalami kenaikan tekanan darah dalam waktu singkat setelah
mengonsumsi makanan dengan kandungan natrium tinggi.
Sementara itu, bagi penderita penyakit ginjal kronis,
kondisi ini juga perlu diwaspadai karena asupan garam, fosfor, dan kalium dalam
satu kali makan bisa melampaui batas yang dianjurkan dan membebani fungsi
ginjal.
Ia menegaskan bahwa kombinasi berbagai zat dalam hidangan
Lebaran dapat memberikan tekanan sekaligus pada metabolisme tubuh.
“Satu porsi makan Lebaran itu seperti menekan semua tombol
bahaya sekaligus (gula, lemak, garam dan asam urat) dalam satu waktu. Itulah
yang membuat risiko metaboliknya sangat nyata, terutama bagi mereka yang sudah
memiliki kondisi kesehatan tertentu," kata Tirta.