Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster mengakui
Arema Malang sulit ditaklukkan walau bermain di kandang lawan.
"Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah tahu sejak
awal bahwa Arima adalah tim yang kuat dan memiliki banyak pemain bagus,
sehingga kami harus fokus seratus persen,” kata dia setelah pertandingan di
Bandarlampung, Selasa.
Bahkan dalam situasi 11 melawan sembilan pemain pun mereka
tetap tidak mudah ditaklukkan, kata dia. "Jika kami tidak fokus, mereka
bisa saja menciptakan peluang."
Munster mengakui permainan timnya pada babak pertama tidak
sesuai harapan.
“Kondisi lapangan juga tidak terlalu bagus karena hujan,”
ujarnya.
Namun begitu, ia mengapresiasi kerja keras para pemain
setelah melakukan pembalikan dalam laga ketat melawan Arema itu.
"Memasuki babak kedua, kami melakukan evaluasi dan
perubahan taktik bagaimana membangun permainan. Akhirnya kami bisa mencetak gol
dan melakukan skor balik 2-1," kata dia.
Dai tak mempedulikan insiden dalam laga.
“Yang paling penting adalah tiga poin. Ini kemenangan kelima
kami dan tentu saja hasil yang sangat bagus bagi tim,” ujarnya.
Bhayangkara berbalik menang 2-1 berkat gol Privat Mbarga dan
Muossa Sidibe setelah tertinggal 0-1 gara-gara gol Joel Vicinius.
Arema kehilangan dua pemain akibat kartu merah, yakni Pablo
Oliveira dan Dalberto.