Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Iran telah meminta
maaf kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan
menyerang mereka lagi setelah menghadapi serangan berkelanjutan dari AS dan
Israel.
"Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah
meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan
berjanji tidak akan lagi menembaki mereka," ujar Trump melalui media
sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (7/3).
Ia menambahkan bahwa "ini pertama kalinya dalam ribuan
tahun Iran kalah dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya" sehingga
mereka berterima kasih kepada dirinya.
"Mereka mengatakan 'terima kasih Presiden Trump' dan
saya menjawab 'sama-sama'," katanya.
Menurut Trump, Iran kini tidak lagi bisa menjadi
"perundung Timur Tengah." Sebaliknya, negara itu telah kalah dan akan
tetap seperti itu selama beberapa dekade "hingga mereka menyerah dan
runtuh."
Sementara itu, RIA Novosti melaporkan bahwa Trump itu akan
melakukan serangan besar-besaran pada Sabtu. Ia juga mengancam akan melakukan
"penghancuran total" terhadap sejumlah wilayah dan kelompok orang
yang sebelumnya tidak menjadi target serangan.
"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan
kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang
dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya,” kata Trump di Truth Social.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi
dari Teheran atau negara-negara Teluk terkait pernyataan Trump tentang
permintaan maaf Iran tersebut.
Namun, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani
sebelumnya menegaskan bahwa Iran akan terus membela diri hingga agresi dan
"tindakan barbar Amerika Serikat dan Israel" dihentikan.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel
melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari yang dilaporkan
menewaskan lebih dari 900 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
dan sedikitnya 165 siswi sekolah.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan drone dan
rudal yang menargetkan lokasi-lokasi yang terkait dengan AS di negara-negara
Teluk.