Sebagian orang biasa mengirimkan bingkisan atau hampers
kepada keluarga, kerabat, sahabat, maupun kolega menjelang Lebaran.
Kalau tidak diatur dan direncanakan dengan baik, upaya untuk
berbagi kebahagiaan pada hari raya itu bisa menguras kocek dan mengikis tabungan.
Perencana Keuangan Rista Zwestika CFP, WMI kepada ANTARA
pada Jumat membagikan kiat merencanakan alokasi anggaran untuk memberikan
bingkisan Lebaran agar kocek tidak sampai terkuras dan tabungan tetap aman.
"Pertama tentukan anggaran hampers dari awal. Misalnya
maksimal 5-10 persen dari THR," kata Rista.
Setelah menentukan anggaran dan menentukan jumlah penerima
bingkisan, sebaiknya menyiapkan waktu untuk meriset produk-produk untuk
bingkisan yang sesuai dengan anggaran dan merencanakan pembelian.
Rista mengatakan, bingkisan Lebaran bisa disiapkan secara
mandiri untuk menekan pengeluaran uang.
"Hampers tidak harus mahal, yang penting adalah
perhatian dan niat berbagi," kata CEO dan Founder dari Finante itu.
Rista mengatakan bahwa pengiriman bingkisan Lebaran
sebaiknya dibatasi pada orang-orang yang memiliki kedekatan seperti keluarga,
kerabat, dan sahabat.
Laporan Jakpat bertajuk "Future Insight into Ramadan
and Eid 2025" menunjukkan bahwa tradisi berbagi hampers Lebaran tidak
hanya dilakukan oleh warna Muslim, warga non-Muslim juga melakukannya.
Menurut hasil survei terhadap 1.702 responden Muslim dan 245
responden non-Muslim, dana yang disiapkan setiap orang untuk berbagi bingkisan
Lebaran berkisar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu di kalangan non-Muslim dan Rp250
ribu sampai Rp500 ribu di kalangan Muslim.
Bingkisan Lebaran biasanya berisi kue kering, makanan dan
minuman dalam kemasan, atau bahan makanan pokok.