Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan
menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah sakit di Iran. Pemerintah Iran
menyebut sedikitnya 31 fasilitas kesehatan rusak akibat intensifikasi serangan
dalam beberapa hari terakhir.
Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Jafarian mengatakan, sistem
layanan kesehatan negara itu kini menghadapi tekanan besar karena jumlah korban
terus bertambah.
“Sayangnya, ada banyak korban yang tewas di tempat kejadian
karena (AS dan Israel) melakukan pengeboman besar-besaran terhadap
infrastruktur sipil,” kata Ali Jafarian dilansir dari Aljazeera, Kamis
(12/3/2026).
Ia menyebutkan setidaknya 1.395 orang meninggal dunia,
sementara banyak korban lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Serangan di wilayah perkotaan disebut meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Ada 31 fasilitas klinis dan rumah sakit utama yang rusak.
12 dari rumah sakit tersebut saat ini tidak beroperasi,” ujarnya.
Sejumlah fasilitas sipil ikut menjadi sasaran serangan.
Target yang dilaporkan terdampak tidak hanya instalasi militer atau kantor
polisi, tetapi juga sekolah, rumah sakit, serta infrastruktur publik lainnya.
Selain itu, depot minyak serta infrastruktur energi dan air
di sekitar Teheran juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran baru terkait kondisi
kesehatan masyarakat. Sejumlah kota di sekitar ibu kota, termasuk Karaj,
dilaporkan mengalami gangguan listrik.
“Kami menerima laporan tentang kekurangan listrik di
beberapa kota seperti Karaj. Saat ini juga ada kekhawatiran serius terkait
kesehatan masyarakat dan kualitas udara yang dihirup warga di Teheran dan
sekitarnya,” katanya.
Sejumlah analis menilai pola serangan Israel di Iran
memiliki kemiripan dengan taktik militer yang digunakan selama perang di Gaza
sejak 7 Oktober 2023. Mereka menilai serangan tersebut menargetkan berbagai
infrastruktur publik.
Sementara itu, juru bicara Palang Merah Iran mengatakan
hampir 20.000 bangunan sipil terdampak sejak konflik dengan AS dan Israel
meningkat.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 16.000 unit rumah dilaporkan
mengalami kerusakan.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf juga
memperingatkan setiap serangan terhadap pulau-pulau Iran di Teluk dapat memicu
respons lebih keras dari Teheran.
Dalam pernyataan di media sosial X, Qalibaf mengatakan
agresi terhadap wilayah tersebut akan mendorong Iran untuk “meninggalkan semua
pengekangan”.
Beberapa pulau Iran di Teluk, termasuk Pulau Kharg,
merupakan lokasi terminal ekspor energi strategis. Selain itu, sejumlah
pangkalan militer Iran juga berada di pulau-pulau tersebut.