Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari
dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari
aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafeina, rasa dan
tingkat keasaman. Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu
tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi.
Kopi dari spesies Coffea arabica memiliki rasa yang kaya
daripada Coffea robusta. C. arabica memiliki banyak varietas. Tiap varietas
memiliki ciri yang unik. Beberapa varietas yang terkenal meliputi:
Kopi Kolombia (Colombian coffee) - pertama kali
diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800. Saat ini kultivar Maragogype,
Caturra, Typica dan Bourbon ditanam di negeri ini. Jika langsung digoreng, kopi
Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi
kedua terbesar di dunia setelah Brasilia. Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan
di negara ini
Colombian Milds — Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia,
Kenya dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci.
Biji kopi yang belum digoreng dari varietas C. arabica
Costa Rican Tarrazu — dari (en)"San Marcos de Tarrazu
valley" Diarsipkan 2006-08-18 di Wayback Machine. di pegunungan di luar
San José, Costa Rica.
Guatemala Huehuetenango — Ditanam di ketinggian 5000 kaki di
bagian utara Guatemala.
Ethiopian Harrar — dari Harar, Ethiopia
Ethiopian Yirgacheffe — dari daerah di kota Yirga Cheffe di
provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.
Hawaiian Kona coffee — ditanam di kaki pegunungan Hualalai
di distrik Kona di Hawaii. Kopi diperkenalkan pertama kali di kepulauan ini
oleh Chief Boki. Ia adalah gubernur Oahu pada tahun 1825.
Jamaican Blue Mountain Coffee — dari Blue Mountains di
Jamaika. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.
Kopi Jawa (Java coffee) — dari pulau Jawa di Indonesia. Kopi
ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.
Kenyan — terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.
Mexico - memproduksi biji kopi yang keras.
Mocha — Kopi dari Yemen dahulunya diperdagangkan di
pelabuhan Mocha di Yemen. Jangan disalahartikan dengan cara penyajian kopi
dengan coklat.
Santos - dari Brasilia. Memiliki tingkat keasaman yang
rendah.
Sumatra Mandheling dan Sumatra Lintong — Mandheling
dinamakan menurut suku Batak Mandailing di Sumatra utara di Indonesia. Kopi
Lintong dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatra utara.
Gayo Coffee — berasal dari Dataran Tinggi Gayo — Gayo adalah
nama Suku Asli di Aceh — yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan
Gayo Lues.
Sulawesi Toraja Kalosi — Ditanam di daerah pegunungan tinggi
di Sulawesi. Kalosi adalah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat
pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di
Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi dari Sulawesi ini memiliki aroma yang
kaya, tingkat keasaman yang seimbang (agak sedikit lebih kuat dari kopi
Sumatra) dan memiliki ciri yang multidimensional. Warnanya coklat tua. Kopi ini
cocok untuk digoreng hingga warnanya gelap. Karena proses produksinya, kopi ini
dapat mengering secara tidak teratur. Walau demikian biji yang bentuknya tidak
teratur ini dapat memperkaya rasanya.
Tanzania Peaberry — di tanam di Gunung Kilimanjaro di
Tanzania. "Peaberry" artinya biji kopi ini hanya satu dalam setiap
buah. Tidak seperti layaknya dua dalam satu buah. Ini biasanya tumbuh secara
alami pada 10% dari hasil panen kopi.
Uganda - Meskipun sebagian besar penghasil kopi robusta. Ada
juga kopi arabika berkualitas yang dikenal sebagai Bugishu. Kopi Luwak- salah
satu varietas kopi Arabika dan Robusta yang telah dimakan oleh luwak kemudian
dikumpulkan dan diolah. Rasa dan aroma kopi ini khas dan menjadi kopi termahal
di dunia.
Campuran
Biji kopi biasanya dicampur untuk keseimbangan rasa dan
kompleksitas aromanya. Salah satu campuran tradisional yang tertua adalah
Mocha-Java, terdiri dari biji kopi yang sama namanya. Rasa coklat yang khas
sangatlah cocok dengan Cafe mocha, yang merupakan minuman kopi yang dicampur
dengan coklat. Saat ini campuran Mocha-Java biasa dicampur dengan varietas
lainnya untuk menciptakan ciri khas yang unik. Banyak perusahaan kopi yang memiliki
campurannya tersendiri.
Beberapa biji kopi sangatlah terkenal dan oleh sebab itu
memiliki harga yang lebih mahal dari biji kopi lainnya. Jamaican Blue Mountain
dan Hawaiian Kona mungkin adalah contoh yang baik. Biji kopi ini sering
dicampur dengan biji kopi lainnya yang tidak seberapa mahal dan dengan itu nama
campuran ini disebut blend (seperti "Blue Mountain blend" atau
"Kona blend"), walau hanya sedikit biji kopi dari jenis itu yang
digunakan.
Varietas kopi robusta
Salah satu varietas kopi robusta yang terkenal adalah kopi
luwak dari Indonesia dan Kape Alamid dari Filipina. Biji kopi ini dikumpulkan
dari musang luwak. Kopi ini memiliki rasa yang khas.