Para menteri luar negeri negara-negara G7 menyerukan agar
kebebasan pelayaran di Selat Hormuz segera dipulihkan di tengah meningkatnya
ketegangan dengan Iran. Mereka menilai jalur strategis pengiriman energi
tersebut tidak boleh terhambat.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan di Vaux-de-Cernay,
Prancis pada Jumat 27 Maret, G7 menegaskan pentingnya memastikan kembali akses
navigasi yang aman dan tanpa hambatan sesuai aturan internasional dan resolusi
PBB.
"Kami menegaskan kembali perlunya pemulihan permanen
kebebasan navigasi yang aman dan bebas hambatan di Selat Hormuz yang sesuai
dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 dan Hukum Laut," demikian bunyi
pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan di Kota Vaux-de-Cernay, Prancis.
Selain isu pelayaran, para diplomat G7 juga menyoroti
meningkatnya kekerasan di kawasan dan meminta agar serangan terhadap warga
sipil serta fasilitas publik segera dihentikan.
"Tidak ada pembenaran untuk penargetan sengaja terhadap
warga sipil dalam situasi konflik bersenjata serta serangan terhadap fasilitas
diplomatik," katanya.
Mereka juga menekankan perlunya mengurangi dampak konflik di
Iran terhadap negara-negara sekitar, terutama yang berkaitan dengan keselamatan
warga sipil dan infrastruktur penting. Koordinasi bantuan kemanusiaan juga
disebut menjadi hal yang harus diprioritaskan.
"Kami fokus pada nilai kemitraan yang beragam,
koordinasi, dan inisiatif pendukung, termasuk untuk meredakan guncangan ekonomi
global seperti gangguan pada rantai pasokan ekonomi, energi, pupuk, dan
komersial yang berimbas langsung terhadap warga negara kami," bunyi
pernyataan tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan pada 28
Februari yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di
Iran, termasuk di Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah
Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Situasi tersebut ikut memicu terganggunya aktivitas di Selat
Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia dari kawasan
Teluk Persia, sehingga berdampak pada pasokan energi global dan mendorong
kenaikan harga.