Polisi mengusut kasus dugaan pelecehan terhadap seorang
siswi SMP di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
"Lagi kita lidik dan dalami dulu kronologinya,"
kata Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang melalui pesan singkat di
Jakarta, Kamis.
Rihold pun menegaskan bahwa kronologis sebenarnya dari
dugaan pelecehan itu perlu diusut, lantaran informasi yang beredar hingga viral
di media sosial berbeda dengan keterangan korban.
"Iya (informasi media sosial berbeda dengan keterangan
korban kepada petugas). Karena pengakuan anaknya (korban), enggak ada pegang
(anggota tubuh)," ujar Rihold.
Adapun ayah korban, kaya Rihold, tidak membuat laporan
polisi, lantaran kasus dugaan pelecehan itu disepakati damai oleh pihak keluarga
korban dan terduga pelaku.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih berupaya untuk
mendalami kronologis sebenarnya dari kejadian tersebut.
"Ayah korban enggak mau buat laporan dan mereka
berdamai di hari yang sama (Selasa (7/4)). Makanya kita mau dalami dulu
bagaimana kronologinya," terang Rihold.
Dalam rekaman video viral, sejumlah siswa SMP berusaha
mengamuk terduga pelaku. Namun, petugas Satpam terlihat melindunginya.