PT Bank Jago Tbk menghadirkan tampilan terintegrasi yang memungkinkan nasabah memantau seluruh portofolio investasi lintas platform dalam satu tab di Aplikasi Jago karena terhubung dengan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta mitra ekosistem digital.
“Kami mencoba untuk mengkonsolidasikan itu (portofolio
investasi lintas platform) supaya di satu platform ini, pengguna bisa lebih
percaya diri dalam mengambil keputusan finansial,” kata Head of Digital Lending
Business Bank Jago Irene Santoso di Jakarta, Jumat.
Irene menjelaskan bahwa fitur tersebut memungkinkan nasabah
melihat portofolio investasi secara menyeluruh dengan syarat memiliki Rekening
Dana Nasabah (RDN) Bank Jago terlebih dahulu sebagai penghubung utama.
Dengan integrasi tersebut, nasabah dapat memperoleh gambaran
360 derajat atas portofolio investasi yang ditempatkan di platform mitra
seperti Bibit dan Stockbit maupun platform lainnya.
Sementara itu, Brand & Strategy Lead Bank Jago Aprilia
Safitri menambahkan bahwa fitur ini hadir untuk mengurangi noise informasi aset
investasi yang tersebar sekaligus memudahkan nasabah yang menggunakan beberapa
aplikasi dalam memantau portofolionya.
Melalui kolaborasi dengan KSEI, ujar Aprilia, Bank Jago juga
mendorong masyarakat, khususnya investor pemula, untuk lebih aktif berinvestasi
dengan memberikan visibilitas menyeluruh atas penempatan dana pada platform
investasi.
Bank Jago mencatat minat pengguna untuk berinvestasi di
pasar saham mengalami peningkatan, sebagaimana terlihat dari pembukaan RDN Bank
Jago yang naik lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025.
Per 31 Desember 2025, pengguna Aplikasi Jago yang terhubung
dengan platform investasi mitra Bibit
Dari porsinya, reksa dana menjadi pilihan investasi
terbesar, yaitu sebesar 44 persen, diikuti saham sebesar 42 persen dan obligasi
14 persen.
Perseroan menyampaikan bahwa Aplikasi Jago juga terus
berkembang, tidak hanya sebatas untuk menabung dan bertransaksi melainkan juga
menjadi tempat nasabah untuk menempatkan dan menumbuhkan aset secara lebih
menyeluruh.
Sejak awal, Aplikasi Jago telah menghadirkan fitur Kantong
untuk memisahkan uang ke dalam berbagai pos sesuai tujuan.
Pendekatan ini terinspirasi dari kearifan lokal atau
kebiasaan lama masyarakat Indonesia dalam memisahkan uang ke dalam berbagai
wadah, seperti amplop atau tempat penyimpanan sederhana berdasarkan kebutuhan.
Per Maret 2026, catat Bank Jago, terdapat sekitar 43,2 juta
Kantong yang telah digunakan oleh 15,2 juta pengguna. Setiap pengguna rata-rata
hampir memiliki tiga Kantong khusus.
Dari berbagai jenis fitur yang tersedia, Kantong Pengeluaran
menjadi yang paling banyak digunakan, terutama untuk kebutuhan harian, seperti
makanan, jajan, dan pengeluaran rutin lain.