Badan-badan intelijen AS meyakini Pemimpin Tertinggi Iran
yang baru, Mojtaba Khamenei, ikut menyusun strategi perang dan negosiasi dengan
AS meski belum muncul ke hadapan publik karena masih menjalani pemulihan
cedera, CNN melaporkan, Jumat (8/5).
Mengutip sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS itu,
CNN menyebutkan masih ada ketidakpastian tentang sejauh mana kewenangan Mojtaba
Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran setelah serangan AS-Israel menewaskan
sejumlah pejabat senior Iran, termasuk ayahnya, Ali Khamenei.
Disebutkan pula, para pejabat AS meyakini Mojtaba Khamenei
tetap berkomunikasi lewat utusan yang dipercaya dan pertemuan langsung selama
proses pemulihannya dari luka bakar dan luka akibat serpihan peluru.
Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan kondisi sang pemimpin
terus membaik.
Mazaher Hosseini, kepala protokol kantor Pemimpin Tertinggi
Iran, pada Jumat mengatakan kondisi Khamenei mengalami perkembangan positif dan
menepis spekulasi mengenai kesehatannya.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS
menyimpulkan kemampuan militer Iran melemah akibat serangan AS, tetapi belum
hancur sepenuhnya. Banyak instalasi peluncur rudal Iran masih beroperasi.
CNN juga melaporkan bahwa pejabat senior Korps Garda
Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf
diyakini menjalankan sebagian besar pemerintahan sehari-hari di tengah
berlanjutnya upaya diplomatik dengan pemerintah AS.