Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, mencatat sebanyak 181 keluarga atau 601 jiwa t -->

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, mencatat sebanyak 181 keluarga atau 601 jiwa t

Jumat, 29 Mei 2026

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, mencatat sebanyak 181 keluarga atau 601 jiwa terdampak banjir dan banjir bandang di Kecamatan Bolaang, Kamis (28/5/2026).



Data sementara BPBD Bolmong menunjukkan terdapat empat desa yang terdampak bencana banjir bandang, yakni Desa Komangaan, Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, dan Desa Solimandungan Baru.

Desa Solimandungan II menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Sebanyak 103 rumah terdampak dengan total 142 keluarga atau 460 jiwa.

Selain itu, BPBD juga mencatat terdapat 44 balita, 50 lanjut usia (lansia), dan tiga ibu hamil di desa tersebut yang ikut terdampak banjir bandang.

Sementara itu, di Desa Solimandungan I terdapat 19 rumah terdampak dengan total 24 keluarga atau 89 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat 11 balita dan enam lansia.

Di Desa Komangaan, banjir berdampak terhadap 11 rumah milik 14 keluarga atau 48 jiwa, sedangkan di Desa Solimandungan Baru, satu rumah milik satu keluarga dengan empat jiwa turut terdampak.

Banjir bandang di Bolmong terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Botuk meluap hingga membawa lumpur dan potongan kayu ke permukiman warga.

Warga melaporkan ketinggian air mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut sempat membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri serta barang-barang berharga dari dalam rumah.

Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Beberapa fasilitas yang terdampak, antara lain Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, puskesmas pembantu (Pustu), serta gedung taman kanak-kanak (TK).

Hingga kini, BPBD bersama TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bolmong, dan masyarakat masih melakukan pembersihan lumpur serta tumpukan kayu di lokasi terdampak banjir bandang.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.